Saturday, 8 December 2012

Demam Berdarah, Pencegahan dan Penanganannya

Demam berdarah atau yang lebih dikenal dengan sebutan DBD, merupakan penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk demam berdarah (Aeges aegepty) yang mengandung virus dengue. Virus tersebut masuk ke dalam peredaran darah manusia. Virus dengue (DENV) ada 4 jenis yaitu virus DENV-1, DENV-2, DENV-3, dan DENV-4. Di antara ke-4 virus ini virus DENV-3 yang paling sering menyerang penduduk Indonesia.

Demam berdarah merupakan penyakit yang menyebar dan kasusnya banyak terjadi di wilayah perkotaan yang sanitasi lingkungannya buruk. Berbeda dengan malaria yang banyak terjadi di daerah pedesaan atau daerah yang berhutan. Selain itu kasus demam berdarah juga sering terjadi di musim penghujan.

Gejala Demam Berdarah


Gejala Demam berdarah ditandai dengan demam yang hampir tidak disadari karena dikira seperti demam biasa/flue, karena gejala awalnya batuk dan pilek, serta muntah-muntah. Kadangkala sulit juga membedakan antara DBD dengan gejala malaria maupun penyakit leptospirosi. Berikut beberapa gejala spesifik demam berdarah dengue (DBD):

  • Sakit kepala
  • demam hingga mencapai 41 derajat Celcius
  • terasa nyeri di bagian belakang mata
  • nyeri pada otot dan/atau sendi sehingga menyebabkan kejang-kejang pada penderita tertentu
  • ruam kulit
  • timbul  berupa bintik-bintik/bercak perdarahan di kulit yang berwarna merah keunguan dan biasanya tidak hilang dengan penekanan, akibat perdarahan di bawah kulit
  • hasil laboratorium menunjukkan leukopenia (jumlah sel darah putih yang menurun)

Ciri khas penyakit DBD, yaitu  panas “punuk onta” (saddle back fever), yaitu panas tinggi beberapa hari, lalu turun dalam beberapa hari kemudian naik lagi.

Penanganan dan Pengobatan Demam Berdarah Dengue


Hingga saat ini belum ditemukan obat untuk mengobati penyakit ini, namun jika kita sudah mengetahui gejala-gejala awal demam berdarah tadi, bisa ditangani dengan beberapa cara, antara lain; beristirahat penuh; hindari aktivitas yang terlalu banyak mengeluarkan energi, minum obat penurun panas biasa tanpa antibiotik, langkah utama tentu saja adalah memeriksakan penderita yang memiliki gejala DBD ke dokter atau pos perawatan kesehatan terdekat, karena bila terlambat ditangani bisa menyebabkan kematian.

Ada upaya meredam penyakit ini yaitu dengan jambu biji. Yaitu dengan meminum jus biah jambu biji. Ekstrak jambu biji konon mampu meningkatkan pertumbuhan sel darah putih (trombosit) Dan perlu memperbanyak minum air putih

Pencegahan Demam Berdarah


Slogan kesehatan yang cukup terkenal yaitu mencegah lebih baik daripada mengobati. Maka dari itu perlu digalakkan upaya pencegahan dini demam berdarah, terlebih di musim penghujan seperti sekarang ini;

1. Pengasapan.

Pengasapan atau fogging perlu dilakukan sebelum maupun setelah ada wabah DBD, agar dampaknya tidak meluas. Dibutuhkan kerjasama masyarakat dan Dinas Kesehatan terkait dalam hal ini. 

2. Penaburan Bubuk Abate

Pengasapan dapat membunuh nyamuk dewasa sedangkan penaburan bubuk abate di tempat tempat penampungan air dapat membunuh bibit atau larva nyamuk aedes aegypty penyebab demam berdarah.

3. Tidur berkelambu

Langkah ini wajib kiranya dilakukan jika wabah DBD sudah cukup meluas, terlebih kepada anak balita yang biasanya tidur dipagi hari. Karena Nyamuk Aedes Aegypty biasanya menggigit pada siang hari. Tak terkecuali pada malam hari. Penderita yang sudah atau diperkirakan terinfeksi DBD wajib tidur berkelambu agar tidak menulari yang masih sehat.


4. Menjaga kebersihan lingkungan

Langkah pertama adalah memperhatikan di sekitar rumah sendiri. 
  • Lingkungan yang kotor misalnya parit/kolam yang tergenang/tidak mengalir, perlu dialirkan jika saluran air tersumbat, selain itu tempat-tempat yang berpotensi menjadi tempat bertelur seperti kaleng bekas yang mampu menampung air hendaknya disingkirkan atau dikubur.
  • Baju-baju yang bergelantungan apalagi di tempat lembab rentan menjadi tempat berkumpulnya nyamuk.
  • Menguras bak mandi minimal seminggu sekali agar jentik-jentik nyamuk mati.
  • Kebersihan bersama di lingkungan bersama di RT atau RW juga perlu, hendaknya sering diadakan kerja bakti, karena jika rumah sendiri saja yang bersih, sedangkan tetangga sekitar masih jorok, tentu saja hal ini menjadi sia-sia.


CB Blogger Lab


Top