Tuesday, 17 September 2013

Peran Orangtua Dalam Perkembangan Psikologi Anak

PENGENALAN
Perkembangan fiska, sosial, emosi, intelek, psikologi dan rohani bukanlah merupakan hal yang asing. Bidang cakupannya masing-masing agak kabur dan kadangkala ketiga-tiga faktor, sosial, emosi dan psikologi terjadi bersamaan.

PENTlNGNYA PERKEMBANGAN PSIKOLOGI PADA ANAK-ANAK
Perkembangan psikologi yang positif penting dalam perkembangan psikologi anak-anak. Perkembangan psikologi yang baik dapat diamati dalam pemikiran mental yang sehat, pengukuhan egoisme, harga diri yang tinggi, kepekaan terhadap kebebasan dalam mengadaptasikan diri dengan lingkungannya.

Perkembangan psikologi yang kurang baik dapat diamati pada harga diri yang rendah dan juga pada kemunculan pelbagai masalah tingkahlaklu dan mental. Pentingnya perkembangan psikologi ini jelas karena mempunyai pengaruh yang sangat besar bagi keberhasilan, hubungan sosial dan kesejahteraan seseorang individu pada masa depannya.
Orangtua adalah pemberi kasih sayang yang mendasar. Orangtua mempunyai pengaruh yang kuat terhadap perkembangan psikologi anaknya. Orangtua yang mengabaikan dan juga yang memukul anaknya akan menghalangi perkembangan psikologi yang sehat. Orangtua pada waktu yang sama sekiranya diberi pengetahuan yang mencukupi yang terdiri dari ketrampilan-ketrampilan dan  dukungan, akan dapat menjalankan tugas mereka dengan baik. Ini adalah karena pengetahuan yang diperoleh dapat digunakan dengan optimal untuk lebih memusatkan lagi perkembangan psikologi anaknya.

HAL-HAL YANG MENDUKUNG PERKEMBANGAN PSIKOLOGI ANAK-ANAK

Penerimaan Tanpa Syarat
Seorang anak harus diterima tanpa syarat oleh orang dewasa dalam hidupnya. Anak tersebut juga harus memahami bahwa dia diterima tanpa syarat apa-apa. Menurut Michael Rutter (1978), orangtua mungkin menerima anaknya bukan perangainya. Penerimaan tanpa syarat harus ditunjukkan sepenuhnya dalam tingkahlaku orangtua serta sikap terhadap anaknya. Orangtua harus menjaga, mencurahkan kasih sayang dan senantiasa siap untuk melayani anaknya terutama bila diperlukan. Dengan kata lain orangtua mesti bertindak dengan cepat dan wajar dan sensitif dalam melayani anaknya karena ia harus menerimanya tanpa syarat.

Stimulasi
Anak-anak yang telah melalui pelbagai program, memperlihatkan peningkatan dalam jumlah nilai IQ dan juga dalam bidang-bidang lain yang berkaitan. Kajian Brofenbrener (1980) terhadap pelbagai program pengkajian intervensi, memperlihatkan bahwa hasil positif akan berkelanjutan seandainya orangtua melibatkan diri dalam program- program tersebut.
Stimulasi bisa diterapkan kepada anak-anak melalui pelbagai cara yaitu melalui audio; visual; kinetik yang melibatkan pergerakan anak-anak (pergerakan bahagian depan, tepi dan belakang badan), pelbagai aktivitas (main ayunan, berada dalam ayunan berputar, melompat, dan sebagainya) dan keterlibatan langsung yang termasuk sentuhan, merasai dan membau.

MEMAHAMI PERKEMBANGAN ANAK-ANAK DAN SIFAT BAWAAN (PERANGAI)

Suatu pemahaman terhadap perkembangan anak-anak bisa menjangkau jauh dalam membentuk seorang anak yang sehat dari segi psikologi. Orangtua kadangkala mempunyai pengetahuan yang dangkal bagaimana anak-anak sebenamya belajar dan berkembang. Kekurangan pemahaman terhadap pembawaan anak-anak ini mungkin akan membawa kepada konflik antara orangtua dan anaknya dan juga permasalahan yang akhirnya mempengaruhi hubungan mereka.

Hanya apabila orangtua memahami perangai anak-anak ini barulah orangtua tidak akan menyalahtafsirkan suatu tingkahlaku anak-anak yang bermasalah sebagai bertindak liar dan nakal. Ini mungkin akan membangkitkan kemarahan orangtua lalu mereka akan menerapkan tindakan disiplin keras yang sebenarnya tidak perlu. Sebaiknya memang suatu strategi yang berbeda dan sesuai dapat diambil untuk menggalakkan kerjasama dan mengelakkan konflik.

TAHAP KETERLIBATAN ORANGTUA
Jelas bahwa keterlibatan orangtua adalah penting. Tahap keterlibatan mereka bisa dibagi dalam tiga tahap:
  1. Keterlibatan langsung dan interaksi dengan anak.
  2. Menyediakan peluang-peluang bagi pengalaman berbeda.
  3. Bekerjasama dengan orang/pihak lain sebagai partner.

Pada setiap tahap, adalah penting bagi orangtua menerirna tanpa syarat anaknya, mengadakan stimulasi dan memahami perkembangan dan perangai anaknya.

Keterlibatan Orangtua Langsung Dan Interaksi Dengan Anak

Orangtua harus melibatkan diri secara langsung agar perkembangan psikologi yang positif dapat dihasilkan. Mereka harus menyediakan fisilitas dasar; peka akan penerimaan tanpa syarat dan menerapkan stimulasi dan pada waktu yang sama mengevaluasi tahap perkembangan dan perangai anak-anak.

Keterlibatan secara langsung ini tidak dapat kita amati pada kebanyakan orangtua di Asia. Mereka biasanya menyembunyikan perasaan mereka dan ini menyebabkan suatu jurang yang dalam dari segi hubungan orangtua dan anak mereka. Kaum lelaki dianggap sebagai daya penggerak keluarga dan beliau biasanya lebih memberi arahan daripada berinteraksi dengan anaknya. Beliau lebih suka menegur daripada bersikap mesra, dengan anaknya. Anak-anak biasanya kurang diberi perhatian. Ayah, mereka jarang menanyakan atau perhatian tentang pelajaran sekolah. Adalah dianggap  mencukupi, anaknya mendapatkan pendidikan, berhasil atau tidak adalah menjadi soal kedua.
Keterlibatan orangtua secara dangkal ini sepatutnya dihindarkan. Mereka harus melibatkan diri secara langsung untuk membantu perkembangan psikolog yang positif.

Orangtua harus menyentuh, menepuk bahu, memeluk anaknya selalu. Mereka juga mesti memberitahu perasaan mereka terhadap anaknya dan juga pada waktu yang sama mendengar dan berinteraksi dengan anaknya. Orangtua juga mesti siap bila anak-anaknya memerlukan mereka. Tugas orangtua penting dalam menyediakan keperluan dasar yaitu makanan, tetapi ini tidaklah cukup. Komunikasi adalah amat penting antara orangtua dan anak dan ini seharusnya berkelanjutan.
Anak-anak memerlukan garis panduan dalam bertingkahlaku melalui peraturan yang mudah yang disediakan oleh orangtuanya. Konflik. tekanan serta masalah tingkahlaku terjadi bila orangtua membuat target lebih ataupun kurang terhadap kemampuan anaknya. Untuk mengatasi ini, Orangtua harus memahami kemampuan seseorang anak berdasarkan umurnya. Bila seseorang anak didenda, dia harus diberi pengertian oleh orangtuanya bahwa yang ditolak adalah tingkahlaku dan bukan dirinya.

Berkurang atau menurunnya kasih sayang dari orangtua yang dapat diamati anak-anak melalui tindak tanduk orangtua merupakan suatu pengalaman yang dahsyat bagi anak-anak dan seharusnya dihindarkan. Orangtua harus mengetahui akan pentingnya stimulasi dalam hubungan langsung dan
pengaruh/hasilnya terhadap interaksi yang diterapkan. Stimulasi melibatkan pelbagai pancaindera yaitu penglihatan, bau, pendengaran, sentuhan dan rasa. Masing-masing ada secara terpisah dan juga dapat diamati dalam kombinasi yang berbeda.

Stimulasi dapat diterapkan sejak kelahiran, contohnya, dalam proses perawatan pada bayi dan lain-lainnya. Ini juga dapat digabungkan dalam rutinitas harian yaitu waktu mandi; makan; mencuci pakaian dan melakukan pekerjaan rumah. Orangtua harus berbicara dengan mereka dan ini akan meningkatkan lagi pemikiran dan kemahiran menyelesaikan masalah. Selanjutnya, ikatan yang lebih rapat dapat terjalin antara orangtua dan anak-anak.

Dalam memperkenalkan pelbagai stimulasi, langkah yang harus diambil adalah orangtua harus memastikan bahwa tugas yang diberikan pada anak semestinya berdasarkan kemampuan anak tersebut pada jenjang umur yang sesuai. Orangtua harus memperkenalkan stimulasi secara teliti. Bagi anak yang tidak bermasalah langsung, stimulasi yang banyak tidak digalakkan. Banyak usaha serta waktu yang harus diperuntukkan bagi anak-anak yang lambat (slow-to warm- up). Sebaliknya, stimulasi harus dikurangi pula sekiranya anak tersebut diserang histeria.
Orangtua harus peka kepada kehendak anaknya. Sekiranya anak itu tidak gembira dengan kerja yang  diberikan maka kerja tersebut harus dihentikan. Sekiranya aktivitas yang dijalankan adalah membosankan, maka seharusnya ditukar atau diusahakan menjadi lebih menarik.

Ada tiga hal yang harus diperhatikan oleh orangtua dalam menyediakan stimulasi untuk perkembangan anaknya.


Pertama, kelemahan yang ada di pihak orangtua yang tradisional. Mereka bermain dengan anak mereka hanya ketika mereka bayi saja. Mereka merasa kurang senang bermain dengan anak mereka dalam tahap anak-anak. Orangtua harus meninggalkan tradisi ini dan mulai bermain dengan anak-anak mereka yang bukan bayi lagi.

Kedua, ibu dianggap sebagai pemberi kasih sayang yang utama walaupun didapati bahwa banyak ibu mulai bekerja saat ini. Keterlibatan ayah dengan anak-anak mereka juga tidak begitu besar. Misalnya anak lelaki menganggap ayahnya sebagai model dan sebaliknya bagi anak perempuan. Selanjutnya hubungan anak tersebut dengan model sajalah yang rapat. Ini harus dikurangi, interaksi antara kedua
orangtua dengan anak-anak lebih digalakkan.

Ketiga, efek dari kedua orangtua yang pergi kerja menyebabkan mereka tidak punya waktu penjagaan yang berkualitas untuk dihabiskan dengan anak-anak. Waktu luang yang begitu singkat dihabiskan untuk mengutamakan keperluan keluarga. Waktu emas ini harus digunakan dengan sebaik-baiknya untuk menyediakan peluang-peluang stimulasi dan bukannya melemahkan kembali interaksi, misalnya pertengkaran suami isteri yang saling menyalahkan satu sama lain dalam menjalankan tanggungjawab sebagai ibu dan bapak.

Bersambung ke Keterlibatan Orangtua Dalam Menyediakan Peluang-Peluang Untuk Pengalaman-pengalaman Baru.


CB Blogger Lab


Top