Monday, 14 October 2013

Mengenal Stroke dan Pencegahannya

Setiap tahun kurang lebih 15 juta orang di seluruh dunia terserang stroke. Di Amerika Serikat sekitar 5 juta orang pernah mengalami stroke. Sedangkan di Inggris sekitar 250.000 orang. Kasus stroke meningkat di negara maju seperti Amerika dimana kegemukan dan junk food telah mewabah. Berdasarkan data statistik di Amerika, setiap tahun terjadi 750.000 kasus stroke baru di Amerika. Dari data tersebut menunjukkan bahwa setiap 45 menit, ada satu orang di Amerika yang terkena serangan stroke.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa setiap tahunnya 3 juta penduduk dunia meninggal karena penyakit yang berkaitan dengan merokok. Dan pada tahun 1025 diperkirakan akan membengkak menjadi 8 juta kematian akibat rokok,sebagian besar wanita.(faisal yatim,2005).
Di Indonesia, stroke menyerang 35,8 % pasien usia lanjut dan 12,9 % pada usia yang lebih muda. Jumlah total penderita stroke di Indonesia diperkirakan 500.000 setiap tahun. Dari jumlah itu, sekitar 2,5% atau 250.000 orang meninggal dunia, dan sisanya cacat ringan maupun berat.

Angka kematian pada pria dan wanita relative sama, tetapi angka kematian di Negara-negara yang miskin dan sedang berkembang, jauh lebih besar dari pada angka kematian stroke di negara-negara maju. Angka kejadian stroke di Indonesia meningkat dengan tajam. Bahkan saat ini Indonesia merupakan negara dengan jumlah penderita stroke terbesar di Asia, karena berbagai sebab selain penyakit degeneratif, dan terbanyak karena stres. Ini sangat memprihatinkan mengingat Insan Pasca Stroke (IPS) biasanya merasa rendah diri dan emosinya tidak terkontrol dan selalu ingin diperhatikan. Tahun 2020 diperkirakan 7.6 juta orang akan meninggal karena stroke. Stroke terjadi bila pembuluh darah di otak pecah atau tersumbat, yang mengakibatkan gejala-gejala yang berlangsung lebih dari 24 jam. (Supriadi Asikin,2007)

Di Indonesia, diperkirakan setiap tahun terjadi 500.000 penduduk terkena serangan stroke, sekitar 2,5 % atau 125.000 orang meninggal, dan sisanya cacat ringan maupun berat.Jumlah penderita stroke cenderung terus meningkat setiap tahun, bukan hanya menyerang penduduk usia tua, tetapi juga dialami oleh mereka yang berusia muda dan produktif. Secara ekonomi, dampak dari insiden ini prevalensi dan akibat kecacatan karena stroke akan memberikan pengaruh terhadap menurunnya produktivitas dan kemampuan ekonomi, mulai dari ekonomi tingkat keluarga sampai pengaruhnya terhadap beban ekonomi masyarakat dan bangsa. (Jusuf misbah,2007).


Stroke berasal dari kata strike berarti pukulan pada sel otak serangan otak yang timbulnya mendadak yang diakibatkan gangguan aliran darah pada pembuluh darah otak tersumbat atau pecahnya pembuluh darah otak.(faisal yatim,2005)
Stroke mempunyai lima tanda-tanda utama yang harus dimengerti dan sangat difahami, agar semua orang mempunyai kewaspadaan yang tinggi terhadap bahaya serangan stroke yaitu:
  1. Rasa bebal atau mati mendadak atau kehilangan rasa dan lemas   pada muka, tangan atau kaki, terutama pada satu bagian tubuh saja
  2. Rasa bingung yang mendadak, sulit bicara atau sulit mengerti
  3. Satu mata atau kedua matamendadak kabur
  4. Mendadak sukar berjalan, terhuyung dan kehilangan keseimbangan
  5. Mendadak merasa pusing dan sakit kepala tanpa diketahui sebab musababnya/Selain itu harus dijelaskan pula kemungkinan munculnya tanda-tanda ikutan lain yang bisa timbul dan atau harus diwaspadai
  6. Rasa mual, panas dan sangat sering muntah-muntah
  7. Rasa pingsan mendadak, atau merasa hilang kesadaran secara mendadak.(HaryonoSuyono) 

Pencegahan Stroke

(1)    Dengan menjalankan perilaku hidup sehat sejak dini.
(2)    Pengendalian faktor-faktor risiko secara optimal harus dijalankan.
(3)    Kelakukan medical check up secara rutin dan berkala dan si pasien harus mengenali tanda-tanda dini stroke.
Untuk mencegah "the silent killer" ini maka seseorang dianjurkan untuk mengurangi rokok, melakukan olah raga teratur, membatasi minuman beralkohol, dan menghindari stres berlebihan.

CB Blogger Lab


Top