Thursday, 19 December 2013

Manfaat Sinar Matahari Pagi

Semua unsur kehidupan di bumi bergantung kepada tenaga matahari.  Termasuk tumbuh-tumbuhan, binatang, dan manusia.  Sinar matahari diperlukan untuk fotosintesis tumbuh-tumbuhan, mengubah zat arang (karbon) dioksida menjadi zat asam (oksigen),  mengubah air dan mineral anorganik menjadi zat organik, vitamin, protein, karbohidrat, dan lemak.  Dengan kata lain, kehidupan akan berhenti tanpa adanya sinar matahari.

Dr. Mark Levy, Direktur dari San Francisco Foundation of Psychoanalysis menyatakan, “For those with mild cases, thirty minutes of exercise out in the morning sun may be all that is needed to keep the winter blues at bay.”  Sungguh besar pengaruh sinar matahari kepada kesehatan kita, dengan 30 menit bergerak badan di bawah sinar matahari pagi, gejala SAD tersebut akan hilang.

Beberapa Manfaat Sinar Matahari

Di samping mengobati Seasonal Affective Disorder, sinar matahari juga mempunyai banyak manfaat lainnya seperti:

1) Menghasilkan vitamin D.  

Sejumlah kolesterol didepositokan di bawah kulit. Sewaktu gelombang sinar ultraviolet mengadakan filtrasi melalui kulit, maka deposito kolesterol ini diubahkan menjadi vitamin D.

2) Mengurangi kadar gula darah.  

Sinar matahari bertindak sebagai insulin di mana penyerapan gula oleh sel-sel tubuh dipercepat.  Jadi tubuh dirangsang untuk mengubah gula darah (glukosa) menjadi bentuk gula yang disetor dalam hati dan otot (glikogen), sehingga kadar gula darah menurun.

3) Membunuh bakteri.  

Sinar matahari mempunyai kemampuan untuk membasmi kuman seperti bakteri, virus dan jamur.  Bahkan H.G. Ainsleigh menyatakan dalam Preventive Medicine, bahwa sinar matahari dapat menekan pertumbuhan abnormal dari berbagai kanker termasuk leukemia, lymphoma, kanker payudara dan kanker usus besar.  Seorang peneliti membuat suatu percobaan dengan memakai piring petri yang telah membiakkan pertumbuhan bakteri di dalamnya.  Setengah dari piring petri tersebut ditutup dan setengah lainnya dijemur langsung di bawah sinar matahari.  Ternyata ½ piring petri yang ditutup itu menunjukkan kumannya yang bertumbuh dengan lebih pesat sedangkan ½ bagian yang lain yang disinari sinar matahari sama sekali tidak ada pertumbuhan kuman lagi.  Semua kuman yang di bagian yang terkena sinar matahari langsung dimusnahkan oleh sinar matahari.  Percobaan ini sungguh mempunyai implikasi yang luar biasa untuk diterapkan di setiap rumah.  Adalah merupakan suatu kebiasaan yang sehat bilamana Anda membuka lebar jendela di rumah Anda dan membiarkan sinar matahari masuk ke dalam kamar-kamar Anda.  Dalam waktu yang tertentu, sinar matahari ini akan memusnahkan kuman-kuman yang berada di dalam debu-debu baik di jendela maupun di lantai kamar Anda.

4) Menolong membangun dan memperbaiki tulang-tulang.  

Dengan meningginya kadar vitamin D dalam tubuh Anda akibat penyinaran matahari, maka akan lebih banyak kalsium yang diserap.  Ini akan menolong membangun dan memperbaiki tulang dan mencegah penyakit seperti rickets dan osteomalacia.

5) Menambah fungsi sel-sel kekebalan.  

Penyinaran matahari meningkatkan limfosit, gamma globulin, dan pengaruh kenaikan sel kekebalan ini bisa sampai 3 minggu lamanya.  Bilamana Anda mendapatkan penyinaran ultraviolet selama 10 menit  sebanyak 1-2 kali per minggu kemungkinan mendapat pilek dapat diturunkan sebanyak 30-40%.  Kuman di udara dalam jarak 2,5 meter dari sinar ultraviolet, dapat dimusnahkan dalam waktu 10 menit.  Namun penyinaran dengan ultraviolet memakan biaya sedangkan penyinaran dengan sinar matahari adalah cuma-cuma.

6) Menaikan aerobic fitness.  

Sinar matahari menaikkan kapasitas darah untuk membawa oksigen ke jaringan tubuh.  Dengan demikian akan lebih banyak oksigen yang dapat diantarkan ke otot-otot saat Anda berolahraga.  Faktor tambahan lain yang memberikan kontribusi akan kenaikan aerobic fitness adalah adanya glikogen yang meninggi di hati dan otot setelah kena penyinaran matahari.  Sungguh berguna untuk bergerak badan di bawah sinar matahari.

7) Mempengaruhi produksi serotonin.  

Bilamana Anda berolahraga di bawah sinar matahari maka kelenjar pineal akan dirangsang untuk menghasilkan serotonin yang akan menaikkan mood Anda.  Rao & Muller menyebutkan bahwa serotonin mencegah depresi dan perasaan letih.

8) Menaikkan tingkatan melatonin pada malam hari.  

Para ahli riset di Finlandia menemukan bahwa tikus-tikus yang ‘berolahraga’ di bawah sinar matahari memiliki hampir 4 ½ kali lipat kadar melatonin pada malam hari dibandingkan dengan tikus-tikus yang ‘berolahraga’ di bawah cahaya lampu buatan.  Kekuatan cahaya alam terbuka pada hari yang cerah bisa mencapai sekitar 3000 lux, sedang dalam suasana terang benderang di dalam ruangan tertutup hanya mencapai 400 lux.  Jelaslah untuk menjadi sehat tidak perlu harus berolahraga di ruangan gymnasium (kecuali Anda perlu teman untuk berolahraga sama-sama).  Bukan saja biayanya yang mahal, tetapi juga dari segi keuntungannya, lebih berkurang dari berolahraga di bawah sinar matahari.  

Hormon melatonin adalah hormon malam hari yang diproduksi oleh kelenjar pineal.  Fungsinya antara lain adalah untuk menahan fungsi gonadal, aktivitas elektris otak dan fungsi thyroid, sehingga Anda dapat tidur dengan nyenyak.  Khasiat lain dari melatonin  merupakan free radical scavenger yang ampuh malah lima kali lipat lebih ampuh dari glutathione.  Di samping itu melatonin dapat memperlambat proses penuaan.  Perlu diketahui bahwa kadar melatonin dalam plasma pada malam hari berubah sesuai dengan umur seseorang.  Pada (i) anak-anak berumur 1-3 tahun (250 pg/ml), (ii) remaja berumur 8-15 tahun (120pg/ml), (iii) dewasa berumur 20-27 tahun (70pg/ml), (iv) orang tua berumur 67-84 tahun (30pg/ml).  Jelas kita dapat lihat bahwa produksi melatonin semakin menurun saat usia makin lanjut.  Apalagi melatonin ini meninggalkan kelenjar melalui osmosis yang sederhana, sehingga kita tidak dapat bergantung pada melatonin yang dihasilkan sehari sebelumnya untuk kebutuhan hari ini.  

sinar matahari

Oleh sebab itu kita perlu senantiasa berolahraga di bawah sinar matahari sebaiknya setiap hari sesuai dengan rekomendasi The Center for Disease Control dan The American College of Sports Medicine

Penemuan ini mengukuhkan nasehat yang ditulis Ny. White dalam Ministry of Healing hal. 275,  “Kekuatan menurun saat umur kita makin berlanjut, sehingga vitalitas tubuh menurun untuk melawan pengaruh hidup yang tidak sehat; oleh sebab itu orang tua justru lebih memerlukan banyak sinar matahari dan udara yang segar.”

Untuk mereka yang hidup di tempat yang memiliki empat musim, waktu yang terbaik untuk berjemur di bawah sinar matahari adalah sebagai berikut, pada musim dingin (winter) sebelum jam 11:00 pagi atau sesudah jam 1:00 petang, sedangkan pada musim panas (summer) sebelum jam 9:00 pagi atau sesudah jam 4:00 petang.  Sedangkan bagi mereka yang hidup di Indonesia, dengan sendirinya berjemur yang terbaik adalah sebelum jam 9:00 pagi dan setelah jam 4:00 petang.  Bila Anda lupa akan pentunjuk ini, ingatlah bahwa waktu yang terbaik adalah segera setelah fajar menyingsing ataupun sewaktu matahari akan  terbenam.  Sebabnya adalah pada waktu matahari terbit dan mulai naik terus, maka sinarnya menjadi lebih pekat sebab berkurangnya atmosfir yang ditembus dan lebih banyak sinar ultraviolet.  Lebih tinggi matahari itu terhadap satu titik tertentu, lebih langsung penyinaran sinar matahari itu terhadap titik tersebut.  


Itulah sebabnya lebih baik untuk mendapat penyinaran matahari saat gelombang penyinarannya masih panjang dan bukan pendek.  Sebab bila matahari persis di atas kepala kita, kemungkinan untuk mendapat kanker kulit lebih besar.  Perlu pula diketahui, bahwa bagi yang berkulit terang 5 menit per hari berjemur sudah cukup untuk mendapatkan 400 unit vitamin D (US RDA adalah 400 units per hari), sedang yang berkulit gelap memerlukan 6 kali sebanyak itu untuk menghasilkan vitamin D dalam jumlah yang sama.  

CB Blogger Lab


Top