Thursday, 3 July 2014

Tips Menormalkan Kadar Kolesterol

Apa itu kolesterol? Kata kolesterol mungkin sudah sangat sering kita dengar. Kata ini sangat melekat dengan hal-hal seputar makanan enak dan lezat, berat badan berlebihan, usia tua, kadar lemak, penyakit jantung, stroke dan lain sebagainya. Kolesterol cenderung dikenal sesuatu yang negatif dan berbahaya untuk kesehatan. Benarkah demikian? Bagaimana kolesterol itu sebenarnya?


Kolesterol adalah senyawa lemak kompleks, yang 80% dihasilkan dari dalam tubuh (organ hati) dan 20% dihaslikan dari luar tubuh (zat makanan). yang fungsinya bermacam-macam, antara lain utnuk membentuk dinding sel. Kolesterol yang berada dalam zat makanan yang kita makan dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Namun sejauh pemasukan ini seimbang dengan kebutuhan, tubuh kita akan tetap sehat.

Fungsi dan manfaat kolesterol buat tubuh

Betulkah bahwa tubuh sanggup menghasilkan kolesterol sebanyak yang diperlukan? Kolesterol memiliki beberapa fungsi penting dalam tubuh, antara lain:

(1)    Sebagai pelindung otak.  11% dari berat otak adalah kolesterol.
(2)    Bersama dengan zat gizi lainnya, kolesterol dan sinar matahari membentuk vitamin D.
(3)    Merupakan bahan penting bagi pembentukan hormon seks dalam tubuh.
(4)    Perlu dalam pembentukan asam empedu yang befungsi untuk mencerna lemak.
(5)    Membawa lemak ke seluruh tubuh melalui peredaran darah.
(6)    Membentuk sel darah putih.
(7)    Mencegah penguapan air dari kulit, dan sebagainya.

Kadar kolesterol dalam darah berhubungan erat dengan penyakit jantung karena kolesterol dapat menyumbat pembuluh darah.  Penyumbatan ini terjadi dengan pelbagai alasan yang kompleks.  Beberapa di antarannya adalah: faktor keturunan, kurang olahraga, rokok, makanan, dan sebagainya.  Penyumbatan bukan hanya terjadi pada orang berusia lanjut saja, akan tetapi dapat juga terjadi pada remaja.

(1)    Masa menstruasi dan menopause pada wanita.

(2)    Setelah usia 25 tahun pada pria.

(3)    Adanya penyakit jantung pada anggota keluarga.

(4)    Tidak aktifnya kelenjar tiroid.

(5)    Berat tubuh naik.

(6)    Terlalu banyak makan protein dan lemak hewani.

(7)    Terlalu banyak makan makanan manis.

(8)    Terlalu banyak minum alkohol.

(9)    Terlalu banyak makan apa pun.

(10)    Dalam keadaan semua jenis stres.

(11)    Olahraga yang tidak teratur.

Apakah Kolesterol Berbahaya?

Selama ini HDL (High Density Lipoprotein) (kolesterol baik) selalu dilihat sebagai kolesterol baik. Lantas orang pun menyamaratakannya.Sehingga terbentuk persepsi yang salah. Semakin banyak HDL dalam darah dianggap lebih baik. Ini anggapan yang keliru. Dari hasil penelitian, terbukti seseorang yang memiliki kadar "kolesterol baik" HDL tadi tidak cukup untuk melindungi dirinya dari risiko penyakit jantung. Maka periksakan ke dokter apakah kolesterol dalam tubuh kita tergolong baik atau jahat. 

Kesimpulan yang bisa diambil dari beberapa penelitian adalah membeberkan bahwa kolesterol HDL yang berasal dari orang yang mengidap penyakit kronis semisal radang sendi, ginjal ataupun diabetes akan berbeda dibandingkan dengan HDL yang ada dalamtubuh orang yang sehat. HDL dikatakan baik apabila hasil observasi terlihat normal. Artinya HDL berfungsi dengan normal dan membantu menurunkan peradangan. Sebaliknya, kolesterol tersebut dikatakan jelek apabila ia justru tak berfungsi sebagaimana adanya. Inilah yang harus kita waspadai.

Faktor Penyebab Kolesterol Tinggi


Hati merupakan pusat metabolisme lemak. Jika terjadi gangguan pada organ hati, dengan sendirinya kadar kolesterol akan terpengaruh. seseorang yang menderita hepatitis pastilah kadar kolesterolnya meningkat. Demikian pula seseorang yang tersumbat saluran empedunya. Namun, apabila penyakit tersebut dilenyapkan, kadar kolesterol pun akan kembali normal. 

Dalam persentase yang kecil, gangguan pencernaan juga bisa mempengaruhi keseimbangan kadar kolesterol tubuh. Kadar kolesterol naik karena enzim pengatur lemak lemak terganggu. Seseorang dengan kelainan hipoteroid (hormon tiroid rendah) pun bisa terganggu kadar kolesterolnya karena menurunnya tingkat metabolisme tubuh.

Kolesterol tinggi juga juga bisa terjadi karena faktor dari luar. Misalnya, salah diet. seseorang yang merasa sudah mengatur pola makan, belum tentu terjamin kadar LDL kolesterolnya akan membaik. Memang cara menurunkan kadar LDL dan menaikkan kadar HDL yang tercepat adalah dengan minum obat. Tetapi dokter ahli jantung menyarankan sebelum mengkonsumsi obat-obatan, coba dulu untuk mengatur pola makan dan olahraga teratur selama 6 enam bulan.Orang yang memiliki kegemukan dan berat badan berlebih seharusnya menurunkan berat badannya terlebih dahulu. Mereka dengan kadar trigloserida tinggi, selain lemak juga harus mengkonsumsi gula dan karbohidrat.

Resiko untuk terkena stroke erat hubungannya dengan kadar kolesterol tinggi. apalagi mereka yang mempunyai faktor resiko lebih dari dua, yaitu pengidap hipertensi, diabetes melitus, perokok, obesitas, dan faktor bawaan.

Bagi mereka yang memiliki faktor resiko tinggi ini harus memperhatikan pola hidup sehat. Dianjurkan diet rendah lemak, olahraga yang cukup, menjaga keseimbangan berat badan dan berhenti merokok. Stroke karena kolesterol tinggi disebabkan adanya kelainan dinding nadi, yang ditandai dengan penebalan dan hilangnya elastisitas pembuluh otak. Kasus-kasus stroke yang lebih jarang ada yang disebabkan oleh aneorisma pembuluh darah (yang menyebabkan pembuluh darah pecah), emboli (atau irama jantung yang tidak normal)

Gejala kolesterol yang lain xanthelasma, yakni timbulnya benjolan padat pada tendon (urat) siku, tumit, atau lutut. Biasanya kedua gejala tadi timbul pada penderita kolesterol bawaan atau genetik.

Tips dan cara menurunkan dan menstabilkan kadar kolesterol

Gaya hidup sehat dengan berolahraga dan diet

  1. Bagaimana cara menurunkan kadar kolesterol yang paling efektif? Para ahli menyarankan untuk rajin berolaharaga yang melibatkan otot-otot besar tubuh, paha, lengan atas serta pinggul. Misalnya senam aerobik, jalan kaki, berenang, jogging atau bersepeda. Ada baiknya olahraga tersebut dilakukan paling tidak 3 kali seminggu masing masing sekitar 1 jam. 5 sampai 10 menit digunakan untuk pemanasan, 30 menit untuk olahraga dan sisanya pendinginan. Olahraga sebaiknya dilakukan secara bertahap dan progresif. Setelah 30 menit berolahraga ukur denyut nadi. 
  2. Nikmatilah olahraga itu dan jangan merassa terpaksa. Bagaimanapun olahraga harus dilakukan secara rutin seumur hidup. Rajin berolahraga dapat menornalkan kadar kolesterol dan mencegah tulang keropos.
  3. Bagi yang sudah setengah baya, sebaiknya terlebih dulu memeriksakan diri ke dokter, untuk mengetahui apakah dirinya menderita penyakit hipertensi, atau diabetes.
  4. Rajin berolahraga tidaklah cukup, karena masih dibutuhkan diet. Bagaimana diet yang baik untuk menurunkan dan menormalkan kolesterol tinggi? Yang pasti kurangi makanan berlemak. Dalam makanan ada 3 macam lemak, yaitu lemak jenuh, lemak tak jenuh tunggal dan lemak tak jenuh ganda. Hindari makanan yang mengandung kuning telur, jeroan, otak sapi daging kambing dalam rangka diet kolesterol. 
  5. Buah-buahan dan sayur-sayuran secara alami memiliki banyak manfaat dan jelas, ini bebas kolesterol. Makanan yang dapat menurunkan kadar kolesterol salah satunya adalah sayur-sayuran dan buah-buah antara lain;  alpukat, anggur, kedelai, bawang putihh, teh hijau, ikan laut.
  6. Makanan laut / sea food seperti udang dan kepiting masih boleh dikonsumsi namun mesti dalam jumlah terbatas. Ikan yang berasal dari laut dalam seperti ikan tenggiri dan tuna bagus dikonsumsi karena dapat menurunkan LDL (kolesterol jahat) dan menaikkan HDL kolesterol (baik)
  7. Hentikan kebiasaan merokok, seperti kita tahu, sangat banyak efek negatif dari merokok ini. Salah satunya memicu penebalan atau penyempitan pembuluh darah

Tabel di bawah adalah tabel klasifikasi kadar kolesterol baik yang rendah atau tinggi dan aman atau tidak aman untuk tubuh kita. Bagaimanapun memeriksakan diri ke dokter adalah pilihan terbaik, kemudian kita jaga agar kandungan kolesterol dalam darah kita menjadi normal. 


     Kadar Kolesterol LDL , HDL Kolesterol, Total Kolesterol dan Triglycerides


    kadar kolesterol yang normal dalam tubuh


    sumber; majalah infoASKES November 2010
         

      CB Blogger Lab


      Top