Showing posts with label Kesehatan Gigi. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan Gigi. Show all posts

Monday, 6 October 2014

Tips Mencegah Gigi Keropos

Tabloiddokter.blogspot.com. Gigi yang keropos biasanya dialami oleh orang dewasa atau yang sudah memiliki gigi yang utuh. Sakit gigi dapat diatasi dengan menggunakan obat-obatan tetapi itu hanya sifatnya sementara saja,sebab apabila gigi kita mengalami kerusakan maka solusi yang terbaik adalah mencabutnya.

Untuk itu sebaiknya sebelum gigi kita mengalami kerusakan atau keropos , maka sebaiknya gigi mendapatkan perhatian yang serius.Berikut ini ada beberapa tips mencegah gigi keropos yang dapat anda ketahui:

1. Kurangi mengkonsumsi buah asam.


Orang yang memiliki gigi keropos menandakan dahulunya ia sering mengkonsumsi makanan asam seperti mangga, Kandungan asam pada buah - buah tertentu memberikan peran dapat mengeroposkan Gigi dengan cepat. Bila sulit mengurangi konsumsi Buah yang mengandung asam tinggi, maka sebaiknya gosok gigi hingga benar - benar bersih agar semua zat asam hilang dari gigi kita.


2. Perbanyak mengkonsumsi air mineral (air putih).

Banyak minum air dapat membantu memperbanyak produksi air liur anda yang berfungsi untuk membantu mengurangi kotoran - kotoran di dalam rongga mulut anda. Selain itu, bila air liur meningkat maka kandungan asam di dalam rongga mulut akan sedikit demi sedikit mulai di netralisir. Sebaiknya minum air putih  gelas Perhari.

3. Bersihkan gigi sehabis makan.

Sisa - sisa makanan yang menempel digigi dapat menyebabkan gigi kuning dan gigi menjadi mudah keropos. Usahakan menyikat gigi secara rutin dan teratur setiap selesai makan. Terutama bila telah makan asam, sebab asam dapat menyebabkan gigi cepat keropos.

4.  Hindari makanan sangat keras

Makan makanan keras sebenarnya baik untuk menjaga kekuatan gigi. Namun makanan yang sangat keras seperti biji popcorn dapat meretakkan gigi anda. Selain itu biji jambu biji juga dapat membuat gigi menjadi mudah retak. Jangan memaksakan gigi anda untuk mengunyah makanan yang sangat keras, sebab sama saja anda memakan batu yang tidak bisa dihancurkan gigi anda.

5. Menggunakan agen antibakteri bagi rongga mulut.


Anda dapat menggunakan obat kumur klorheksidin sebagai agen antibakteri bagi rongga mulut anda. Penggunaannya tidak boleh lebih dari 2 minggu berturut-turut.

Jagan pernah memamndang remeh akan kesehatan gigi, sebab apabila anda terserang penyakit gigi maka anda akan menagalami sakit yang sangat menyiksa dan akan menggaggu konsentrasi kerja anda sehari-hari.


Friday, 7 June 2013

Cara Membersihkan Gigi Kuning Menjadi Putih

Sangat lumrah kita jumpai di sekitar kita, yang memiliki gigi kuning atau tidak putih bersih. Namun setiap orang mendabakan giginya lebih putih, namun ia tidak tahu tindakan yang hendak ia lakukan. Mari kita simak lebih lanjut.

Pewarnaan pada gigi dibagi menjadi 2 berdasarkan sumber penyebabnya, yaitu pewarnaan ekstrinsik (pewarnaan akibat paparan dari luar permukaan gigi) dan intrinsik (pewarnaan akibat paparan dari dalam gigi). Penyebab pewarnaan ekstrinsik, antara lain:

1.    Plak
2.    Bakteri kromogenik
3.    Kerusakan protein pada permukaan gigi
4.    Obat kumur (klorheksidin)
5.    Minuman (misalnya teh, kopi, dan minuman soda)
6.    Makanan (misalnya buah berry, makanan dengan zat pewarna, makanan yang berminyak)
7.    Antibiotik (misalnya eritromisin dan amoksilin)
8.    Suplemen yang mengandung zat besi

Sedangkan penyebab pewarnaan intrinsik, antara lain:
A. Jika terjadi sebelum gigi erupsi (gigi muncul ke permukaan gusi), penyebab pewarnaannya yaitu:
    Penyakit kelainan darah
    Penyakit hati
    Kelainan perkembangan email dan dentin
    Konsumsi antibiotik tetrasiklin

B. Jika terjadi setelah gigi erupsi, penyebab pewarnaannya yaitu:
    Trauma pada gigi
    Gigi berluban
    Bahan tambal gigi
    Penuaan
    Merokok
    Bahan kimia
    Konsumsi antibiotik minosiklin
    Perubahan fungsional dan parafungsional
  
Bahan makanan yang penggunaannya dalam jangka waktu yang lama, sehingga dapat menyebabkan pewarnaan intrinsik.

Nah setelah kita mengetahui penyebab Gigi kuning diatas maka, langkah yang harus kita lakukan adalah mengobatinya agar gigi kuning kita menjadi putih seperti harapan kita.

Untuk itu Blog PIB akan membagi informasi cara membuat gigi menjadi putih bagi anda yang tentunya caranya sederhana dan tidak rumit.

1. Dengan pergi ke Dokter dan meminta obat khusus pemutih gigi yang dikenal dengan eksternal bleaching atau in-office bleaching. Bahan yang biasa digunakan adalah hidrogen peroksida 15% - 40%..

2. Melakukan kebersihan daerah rongga mulut, yaitu:
Menghilangkan plak pada permukaan gigi anda melalui penyikatan gigi yang tepat dan optimal. Teknik menyikat gigi yang paling mudah dilakukan, namun efektif membersihkan plak adalah dengan gerakan memutar membuat lingkaran yang besar pada permukaan gigi (permukaan gigi depan yang menghadap bibir dan permukaan gigi yang menghadap pipi). Sedangkan untuk bagian dalam gigi (bagian permukaan gigi yang menghadap lidah dan langit-langit) disikat dengan gerakan menarik keluar, dan pada bagian atas (oklusal) gigi disikat dengan gerakan maju mundur. Setiap permukaan gigi disikat selama 10 kali putaran atau gerakan. Lakukan penyikatan gigi dengan perlahan dan tekanan yang ringan.

Menggunakan pasta gigi yang low abrasive.
Menggunakan bulu sikat yang lembut.
Rutin melakukan pembersihan karang gigi di Dokter Gigi.

3. Sesering mungkin untuk mengkonsumsi buah-buahan yang berserat dan sayuran hijau, yang berfungsi untuk pembersihan gigi secara alami.

4. Hindari kebiasaan yang dapat menimbulkan pewarnaan pada gigi, seperti merokok, minum kopi, teh, soda dan minuman berwarna lainnya.

5. Kurangi mengonsumsi makanan yang mengandung pewarna dan minyak yang berlebihan.

6. Tidak menggunakan obat kumur dalam waktu lebih dari 2 minggu berturut-turut.

7. Penggunaan antibiotik yang berkepanjangan juga harus dihindari.

8. Konsumsi suplemen yang mengandung zat besi juga tidak boleh secara terus-menerus, anda bisa mengkonsultasikan lebih lanjut kepada Dokter langganan anda mengenai alternatif suplemen lainnya.

Jagalah kesehatan gigi anda agar tetap awet dan kuat hingga Lanjut usia.

Friday, 10 May 2013

Efek Rokok Terhadap Gigi

Efek Rokok Terhadap Gigi

Telah diketahui bahwa rokok dapat merusak kesehatan, namun sebagian orang belum dapat menghindarinya. Berbagai efek mengenai rokok, namun kali ini tabloid dokter membahas mengenai efek rokok terhadap gigi. 

Mengapa rokok sangat erat kaitannya dengan kesehatan gigi dan mulut? jelas secara gampang bisa dijawab, karena rokok dihisap melalui mulut ( saya rasa ga ada tempat lain untuk menghisap rokok ^^). Secara gampang bisa kita lihat bibir seorang perokok memang terlihat lebih gelap dibandingkan dengan bibir seorang yang bukan perokok, mengapa?

Secara umum kita mengetahui rokok yang ada di Indonesia ada 2 jenis, rokok dengan filter dan tanpa filter ( lebih dikenal dengan rokok kretek). Rokok tanpa filter cenderung lebih cepat merubah warna gigi dari pada rokok dengan filter.

Sekarang mari kita ikuti jejak asap rokok kenapa begitu banyak organ" tubuh yang dirugikan. Saat kita menghisap rokok asap yang keluar dari sebatang rokok menuju rongga mulut, beberapa detik asap rokok dengan jutaan zat" kimia berada dalam rongga mulut dan mempengaruhi jaringan dan organ yang ada dalam rongga mulut termasuk gigi itu sendiri. Asap panas yang berhembus terus menerus ke dalam rongga mulut merupakan rangsangan panas yang menyebabkan perubahan aliran darah dan mengurangi pengeluaran ludah. Akibatnya rongga mulut menjadi kering dan lebih an-aerob (suasana bebas zat asam) sehingga memberikan lingkungan yang sesuai untuk tumbuhnya bakteri an-aerob dalam plak. Dengan sendirinya perokok beresiko lebih besar terinfeksi bakteri penyebab penyakit jaringan pendukung gigi dibandingkan mereka yang perokok.

Gusi seorang perokok juga cenderung mengalami penebalan lapisan tanduk. Daerah yang mengalami penebalan ini terlihat lebih kasar dibandingkan jaringan di sekitarnya dan berkurang kekenyalannya. Penyempitan pembuluh darah yang disebabkan nikotin mengakibatkan berkurangnya aliran darah di gusi sehingga meningkatkan kecenderungan timbulnya penyakit gusi.

Tar dalam asap rokok juga memperbesar peluang terjadinya radang gusi, yaitu penyakit gusi yang paling sering terjadi disebabkan oleh plak bakteri dan factor lain yang dapat menyebabkan bertumpuknya plak di sekitar gusi. Tar dapat diendapkan pada permukaan gigi dan akar gigi sehingga permukaan ini menjadi kasar dan mempermudah perlekatan plak. Dari perbedaan penelitian yang telah dilakukan plak dan karang gigi lebih banyak terbentuk pada rongga mulut perokok dibandingkan bukan perokok. Penyakit jaringan pendukung gigi yang parah, kerusakan tulang penyokong gigi dan tanggalnya gigi lebih banyak terjadi pada perokok daripada bukan perokok. Pada perawatan penyakit jaringan pendukund gigi pasien perokok memerlukan perawatan yang lebih luas dan lebih lanjut. Padahal pada pasien bukan perokok dan pada keadaan yang sama cukup hanya dilakukan perawatan standar seperti pembersihan plak dan karang gigi.

Keparahan penyakit yang timbul dari tingkat sedang hingga lanjut berhubungan langsung dengan banyaknya rokok yang diisap setiap hari berapa lama atau berapa tahun seseorang menjadi perokok dan status merokok itu sendiri, apakah masih merokok hingga sekarang atau sudah berhenti.
Nikotin berperan dalam memulai terjadinya penyakit jaringan pendukung gigi karena nikotin dapat diserap oleh jaringan lunak rongga mulut termasuk gusi melalui aliran darah dan perlekatan gusi pada permukaan gigi dan akar. Nikotin dapat ditemukan pada permukaan akar gigi dan hasil metabolitnya yakni kontinin dapat ditemukan pada cairan gusi.

Dapat disimpulkan kerugian yang timbul akibat kebiasaan merokok pada kesehatan gigi dan mulut:

1. Perubahan warna gigi, gusi dan bibir.
2. Karies pada gigi akan semakin cepat terbentuk.
3. Kemungkinan kanker pada jaringan mulut sangat besar.
4. Bau nafas jelas beraroma rokok.
5. Berubahnya jaringan" dalam rongga mulut yang menyebabkan berbagai dampak negatif terhadap kesehatan mulut itu sendiri seperti pemicu terbantuknya karies.

Tuesday, 26 February 2013

Cara Membersihkan Gigi Tiruan

Memasang gigi tiruan merupakan hal yang baik namun tetap menjaga kesehatan gigi dan gusi. Mempunyai gigi tiruan atau gigi palsu perlu perawatan khusus, agar bakteri tidak nempel dan tidak melekat gigi tiruan tersebut.

Seperti yang telah di lansir oleh tabloiddokter.com, gigi merupakan sumber penghancur makanan, nah bagaimanakah jika seseorang yang telah tua atau orang yang cacat gigi? Jaman cangkih saat ini telah banyak menyediakan gigi tiruan, dari kualitas rendah hingga kualitas tinggi. 

Mari kita lihat beberapa cara terbaik membersihkan gigi tiruan.

Pembersihan Manual : Isi wastafel atau baskom dengan air hangat dan rendam gigi palsu untuk melunakkan kotoran. Setelah itu, gosok seluruh permukaan gigi palsu dengan pasta gigi untuk menghilangkan kotoran membandel. Bilas gigi dengan air hangat untuk menghilangkan sisa pasta dan kotoran. Keringkan gigi palsu dengan kain lembut dan simpan dalam wadah plastik sebelum dipakai.

Pembersihan Ultrasonik
Pembersihan ultrasonik lebih mahal daripada pembersihan manual, tetapi memberikan hasil yang lebih menyeluruh.

Metode ini menggunakan gelombang suara ultrasonik untuk melonggarkan plak dan kotoran membandel yang menempel pada gigi palsu.

Pembersih ultrasonik digunakan untuk menghilangkan kotoran yang tidak bisa dihilangkan oleh sikat dan pasta gigi biasa.

Perawatan Mulut dan Gusi
Perawatan mulut, gusi, dan lidah yang tepat amat berperan dalam menjaga gigi palsu agar tidak cepat kotor akibat sisa makanan, bakteri, dan plak.

Lepaskan gigi palsu dari mulut sebelum menggosok lidah dan pipi bagian dalam dengan sikat gigi berbulu lembut.

Selain itu, dianjurkan berkumur dengan air garam sebelum menggunakan gigi tiruan.

Perhatian
Hindari membersihkan gigi palsu dengan sikat berbulu keras, cuka, dan pemutih karena mudah merusak gigi palsu.

Rendam gigi palsu pada malam hari atau keringkan seluruhnya sebelum menyimpannya untuk mencegah pertumbuhan bakteri.

Kunjungi dokter gigi setidaknya dua kali setahun untuk memeriksa kondisi gigi secara keseluruhan. Tampilkan senyuman Anda tanpa ragu-ragu.

Saturday, 16 February 2013

Obat Sakit Gigi untuk Anak Balita

Obat Sakit Gigi untuk Anak Balita

Anak-anak rentang akan sakit gigi disebabkan oleh manisan permen ataupun susu. Hal ini tidak dapat hindari, namun penangan untuk tidak terjadi sakit gigi pada anak, akan di bahas.

Untuk menghindari sakit gigi anak-anak, awasi saat anak memakan permen, dan snack manisan, upayakan , mengakhirinya dengan air putih, agar tidak terjadi karies gigi.  Air putih dapat menetralkan rasa manis, dengan cara ini dapat mengatasi gigi anak berlubang.

Jika gigi anak sudah tumbuh 8 gigi, mulailah ajarkan untuk menggosok gigi. Jika anak belum dapat bisa berkumur maka gunakanlah gosok gigi dengan menggunakan sarung tangan atau sikat gigi telunjuk, sikat gigi telunjuk ini dapat dibeli di supermarket atau di apotik.

Jika anak mengalamin sakit gigi maka segeralah kedokter agar anak tetap pada nafsu makan yang sama. Anak mengalamin sakit gigi, biasanya dibarengin dengan demam, jadi bergegaslah ke dokter  gigi anak.


Thursday, 6 December 2012

Cara Memutihkan Gigi

Cara Memutihkan Gigi

Jaman semakin modern, semakin canggih, kini telah hadir cara cepat memutihkan gigi.
Gigi juga berperan penting dalam kesehatan, dalam perawatan kesehatan, dimana gigi dapat tahan lama hingga puluhan tahun jika perawatannya cukup bagus.

Saatnya tabloid dokter berbagi tip untuk perawatan gigi.

CB Blogger Lab

▲
Top