Showing posts with label Psikologi Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Psikologi Kesehatan. Show all posts

Monday, 30 December 2013

Sikap Optimis dan Pengaruhnya Pada Kesehatan

Seorang yang memiliki sikap optimis cenderung untuk memandang sesuatu dari sisi yang baik.  Dua orang yang berada di balik terali besi penjara yang sama dapat melihat sesuatu yang berbeda di luar penjara tersebut, tergantung apakah orang itu adalah seorang yang optimis atau pesimis.  Seorang yang pesimis akan melihat tanah becek yang kotor di luar penjara yang dapat membuatnya lebih depresi, sedangkan seorang yang optimis akan melihat indahnya bintang-bintang yang bertaburan di angkasa yang menerangi malam hari. Melalui pandangan mata yang optimis, gelas itu tampak berisi air setengah penuh sedangkan melalui pandangan yang pesimis, gelas itu tampak setengah kosong.

Optimisme sesungguhnya adalah pandangan iman kita.  Optimisme dibangun atas kepercayaan dan berharap kepada Tuhan serta yakin bahwa Ia dapat melakukan segala sesuatu demi kebaikan kita.   Oleh sebab itu seorang yang optimis dapat tertawa meskipun sesuatu yang diharapkan tidak terwujud.  Orang optimis telah membuktikan bahwa tertawa adalah obat yang mujarab.  Sedang seorang pesimis merasa sulit untuk tertawa.  Dengan memilih untuk menjadi seorang yang optimis, kita akan dapat tertawa dan memperoleh dampak yang positif daripadanya. 

Norman Cousin, adalah seorang  pengarang dari buku yang berjudul  Anatomy of Illness, dan juga seorang editor dari Saturday Review untuk selama lebih dari 30 tahun.  Beliau juga adalah seorang profesor terbang dari psychiatry dan biobehavioral science di University of California Los Angeles (UCLA).  Dalam bukunya Anatomy of Illness ia menekankan secara hebat betapa pentingnya mempunyai sikap yang gembira untuk kesehatan kita.  Ia menceritakan pengalamannya sendiri di mana ia menderita  penyakit collagen yang cukup serius.  Pada bulan Agustus 1964, ia menderita suatu peradangan meluas dari collagen, yakni suatu jaringan ikat tubuh yang terdiri dari zat fibrous yang mengikat sel satu sama lain.

Penderitaannya adalah sebagai berikut: (i) kulit tangannya menebal, dan tidak elastis, ketat serta licin dan mengkilap, sehingga akibatnya ia merasa sulit untuk meggerakkan jari-jarinya, (ii) ia mengalami kesulitan dalam menggerakkan tungkai tubuhnya, maupun membalikkan tubuhnya di atas tempat tidur, (iii) banyak sekali benjolan menutupi tubuhnya yang menunjukkan ciri-ciri penyakitnya yang telah menyebar ke seluruh bagian tubuhnya, (iv) kedua rahangnya tidak dapat digerakkan, karena meradang dan menebalnya jaringan ikat tersebut sehingga mulutnya seolah-olah terkancing dan terkatup. 

Dr. William Hitzig, dokter yang merawatnya mengadakan konsultasi dengan para ahli dari Howard Rusk Rehabilitation Clinic di kota New York.  Setelah  Norman Cousin diperiksa, mereka konfirmasikan bahwa ia bukan saja menderita penyakit collagen, tetapi juga ankylosing spondylitis, yang berarti jaringan ikat di tulang punggungnya juga diserang, sehingga mengalami kontraksi.  Para dokter memberikan berbagai macam obat-obatan penawar sakit seperti aspirin, phenylbutazone (butazolidine), codeine, colchicines dan berapa macam obat tidur.  Norman diberikan dosis maksimum dari 26 tablet aspirin, dan juga 12 tablet phenylbutazone (butazolidine) setiap hari.  

Sebagai akibatnya, tubuhnya menimbulkan reaksi sampingan yang keras, yaitu pembengkakan di seluruh tubuhnya seolah tubuhnya digigit jutaan semut merah.  Ia sangat peka terhadap semua obat-obatan yang diberikan kepadanya.  Statistik menunjukkan hanya 1 dari 500 orang yang akan sembuh.  Ini merupakan penyakit yang progresif dengan prognose yang suram.

Norman Cousin merasa susah dengan penderitaannya, dan pada suatu hari ia berkonfrontasi dengan dokternya dan ia berguman, “Saya telah cape dengan semua pengobatan ini bersama dengan semua gejala sampingannya.  Oleh sebab itu saya mau hentikan makan obat-obatan ini dan berusaha untuk menggembirakan hati saya.”  Ia menelpon Allen Funt, produser “Candid Camera” untuk mengirimkan kepadanya film lucu-lucu dengan projector film.  Para perawat diinstruksikan cara memutar film tersebut. 

Ia kaget untuk menemukan bahwa bilamana ia tertawa nyerinya berkurang.  Ia perhatikan bahwa bilamana ia tertawa terbahak-bahak selama 10 menit, karena lucunya film yang ditontonnya, ia dapat tidur selama 2 jam tanpa merasa sakit.  Bilamana efek berkurangnya nyeri akibat tertawa terbahak-bahak itu mulai hilang, ia akan putar lagi film lucu yang akan membawakan kepadanya suatu interval tidur yang bebas dari nyeri.  Kadang-kadang perawat akan membacakan kepadanya koleksi buku-buku yang penuh dengan humor.  Norman Cousin sungguh merasa senang dengan film-film yang lucu, maupun cerita yang penuh dengan humor ini.  Sayangnya ada satu sisi negatif dari program ini di mana Norman tertawa terlalu kuat, sehingga mengganggu para pasien di rumah sakit tersebut. 

Akhirnya Norman Cousin dipindahkan ke satu kamar di hotel di mana ia dapat tertawa seenaknya, tanpa menggangu pasien lainnya.  Namun dia tetap dimonitor akan laju endapan darahnya, yakni suatu pemeriksaan darah yang menunjukkan hebatnya peradangan yang diderita seseorang.  Pemeriksaan darah tersebut  beranjak dari 112 mm per jam menurun menjadi 15 mm per jam pada hari ke 8!  Pada akhir dari hari yang ke 8, Norman sudah dapat menggerakkan ibu jarinya tanpa merasa sakit, benjolan-benjolan pada leher dan belakang tubuhnya mulai menciut.  Kesehatannya cukup dipulihkan untuk kembali bekerja penuh pada Saturday Review.  Tahun demi tahun berlalu dan pergerakannya ditingkatkan sampai ia mampu bermain tenis, golf, menunggang kuda, memegang kamera dengan tangan yang tidak gemetar, bahkan dapat bermain piano dengan lagu-lagu sulit seperti Toccata dan Fugue dalam D minor.


hidup optimis, manfaat sikap optimis, manfaat tertawa untuk kesehatan tubuh Tertawa sungguh merupakan obat yang ampuh sebagaimana didukung oleh pengalaman dari berbagai orang.  Apakah faedah dari tertawa?  Penelitian menunjukkan bahwa tertawa sangat bermanfaat sebab (i) melatih paru-paru Anda, (ii) merangsang sistem sirkulasi, (iii) meningkatkan oxygen yang dihirup ke dalam paru-paru dan darah, (iv) bagaikan  pelari di mana mula-mula denyutan jantung, pernafasan dan peredaraan darah dipercepat, kemudian denyutan nadi dan tekanan darah akan menurun  disusul dengan rileksnya otot-otot.

Penelitian di University of California Los Angeles (UCLA) mendapatkan, bahwa bilamana seorang tertawa dengan ikhlas, sistem saraf simpatis akan dirangsang untuk menghasilkan catecholamine, kemudian bagian depan dari  kelenjar pituitary gland akan dirangsang untuk menghasilkan endorphin.  Efek dari endorphin sebagai opiate alamiah adalah sebagai berikut: (i) menenangkan pikiran, (ii) menghilangkan rasa sakit (lebih efektif dari morphine), (iii) menggembirakan suasana hati, (iv) endorphin meningkatkan aktivitas sel-sel kekebalan tubuh [1 pico gram endorphin = 1 per trillion gram meningkatkan aktivitas sel-sel Natural Killer (NK) melawan sel-sel tumor sebanyak 42%]. 

Kita dapat menjadi benar-benar berbahagia dan memiliki tertawa yang sesungguhnya hanya dengan percaya sepenuhnya pada-Nya serta menyadari bahwa Dia yang mengendalikan hidup kita!  Dr. Belloc dan Dr. Breslow dari Department of Public Health, Berkeley, California menemukan bahwa umur yang panjang mempunyai hubungan yang erat dengan orang yang bergembira.  Penelitian ini yang meliputi  6.928 penghuni di Alameda County, menunjukkan bahwa mereka yang tidak berbahagia mempunyai angka kematian 57% lebih tinggi dari mereka yang hidup berbahagia. Suatu percobaan yang dilakukan pada mahasiswa-mahasiswi Harvard University, untuk melihat dampak dari berpikir positip terhadap sistem kekebalan tubuh. 

Setelah mengikuti ujian kepribadian secara komprehensif di mana diukur toleransi, kepercayaan diri dan nilai diri, lalu diambil contoh darah dari setiap mahasiswa-mahasiswi kemudian sel-sel NK diisolasikan dan kemudian ditaruh bersama-sama dengan sel-sel kanker selama 4 jam untuk mengukur kekuatan daripada sel-sel NK dari para mahasiswa-mahasiswi tersebut.  Ternyata sel NK dari mahasiswa-mahasiswi yang berpikir secara sehat serta memiliki tingkah laku yang positip, membasmi sel-sel kanker lebih ampuh daripada grup dengan kepribadian yang lain.  Sedang sel-sel NK dari mahasiswa-mahasiswi yang depresi berat dalam tes kepribadiannya, dan cenderung untuk menarik diri serta memiliki nilai diri yang rendah, yang paling kurang aktif dalam membasmi sel-sel kanker.  

Hanyalah orang yang mempunyai toleransi dan nilai diri yang tinggi yang dapat melihat sisi yang baik dari setiap situasi yang dihadapi, sehingga dapat menikmati kesehatan yang lebih baik. Untuk menjadi sehat, Tuhan mendorong kita mempunyai pikiran yang bebas dari kejahatan dan cara berpikir yang tidak bijaksana. 

Friday, 27 September 2013

Selektif Pada Produk Mainan

Selektif Pada Produk Mainan

Selektif Pada Produk Mainan : Selamatkan Kreativitas dan Jiwa Sosial Anak


GENCARNYA promosi produk mainan anak, elektronik maupun manual saat ini mengakibatkan anak terposisikan hanya sebagai konsumen saja. Tidak hanya itu saja, mainan buatan pabrik tersebut juga semakin membatasi kreativitas anak. Bahkan anak bisa lebih bersikap individualis kalau terlalu 'over' bermain dengan permainan elektronik.

Memang hal yang wajar bagi setiap orangtua untuk menyediakan fasilitas mainan pada anak-anaknya. Karena menurutnya dunia anak adalah dunia bermain. "Saat bermain, anak-anak mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan bakat, keterampilan dan pengetahuan. Jenis permainan dan mainan yang sejak awal diberikan secara tepat pada balita berperan mengembangkan saraf-saraf motorik yang akan mempengaruhi tingkat intelegensia anak".

Lalu bagaimana wujud dunia bermain anak-anak saat ini? Setidaknya hasil kegiatan Lomba Menggambar Dolanan Bocah maupun Kumpul Bocah dapat menjadi gambaran. Di sana terlihat permainan elektronik dan televisi telah cukup jauh mempengaruhi dunia anak-anak.

"Dalam kegiatan ini terkumpul 137 gambar. Ternyata yang mereka gambar mayoritas permainan elektronik dan tokoh hero dalam film kartun".

Berbagai jenis permainan anak-anak di zaman sekarang cenderung menjauhkan mereka dari interaksi sosial. "Tidak mengherankan jika anak-anak sekarang lebih bersikap individualis dan kurang kreatif".

Butuh Pengawasan

Menghindari anak menjadi konsumen produk mainan memang merupakan hal yang sulit dilakukan. Apalagi sifat anak yang cenderung meniru sesuatu dari lingkungannya. Banyaknya produk mainan instan dan elektronik untuk anak-anak memang sudah membelenggu kreativitas anak. Namun demikian mainan tersebut tidak selalu menghambat pengembangan kreativitas.

"Misalnya, tamiya. Sebelum memainkannya anak harus paham betul teknis cara memasang dan teknis memainkannya. Sehingga secara langsung mereka juga belajar. Begitu pula memodifikasi jenis permainan tamiya, anak juga dituntut kreatif, meskipun terbatas,".

Produk mainan yang tidak langsung jadi, misalnya robot rakitan, push block dan puzzel, menuntut anak untuk berusaha menemukan bentuknya. Ini cukup baik, daripada hanya membeli produk mainan jadi. Memang tidak salah kalau ada yang beranggapan permainan elektronik cenderung membuat anak semakin menjadi individual. Apalagi kalau sang anak terlalu asyik menghabiskan waktunya untuk memainkan mainan itu.

"Di sini peran orangtua sangat penting. Mereka berkewajiban untuk mengawasi anaknya. Jangan sampai terlalu over bermain dengan mainannya. Mereka juga harus mengarahkan anaknya untuk bersosialisasi. Agar proses keseimbangan berjalan baik. Banyak sekali cara yang bisa ditempuh. Misalnya, mengikutsertakan dalam klub renang, klub bermain atau kegiatan masjid".

Selain itu, orang tua harus jeli dan pandai memilih produk mainan. Karena jenisnya saat ini banyak sekali. Jenis produk mainan yang baik, sebaiknya dipilihkan yang bisa merangsang perkembangan intelektualitas anak. Tidak hanya sekedar bagus, mahal dan baru.

"Sejauh pengamatan saya, selama ini orang tua banyak yang lupa. Kalau gerakan motorik anak berpengaruh pada tingkat intelegensi anak. Anak yang gerakan saraf motoriknya optimal, perkembangan saraf otaknya juga akan optimal. Jangan lekas melarang balita yang sedang berlari-lari atau memanjat kursi. Selama masih aman, biarkan saja,".

Permainan keseimbangan sangat dianjurkan pada balita dan anak TK. Karena merangsang saraf-saraf keseimbangan. Pakar psikologi percaya, jika saraf motorik berkembang, saraf keseimbangan juga ikut berkembang. Sel-sel otak terutama nukleus pestibularis juga berkembang.

Tidak dipungkiri kalau fasilitas untuk hal tersebut memang mahal. "Inilah pentingnya menurut saya adanya klub bermain yang lengkap. Dapat diupayakan di TK atau play group. Sehingga orang tua tidak terlalu terbebani. Karena dibeli secara bersama-sama. Sekaligus dapat belajar bersosialisasi,".

Dolanan Anak

Menengok pada permainan anak tempo dulu, seperti dolanan anak, rupanya agak pesimistis bila ada usaha untuk  memunculkannya lagi. Karena jenis permainan ini semakin luntur dimakan jaman, kurang dikenal maupun diminati anak-anak sekarang. Walaupun dia tidak memungkiri kalau sebenarnya permainan semacam itu memang bagus untuk memupuk sosialisasi antar anak. "Selain itu anak di era dulu, kalau ingin punya mainan harus membuat sendiri. Hal ini memang membangkitkan
kreativitas dalam dirinya. Dibandingkan anak sekarang yang hanya tinggal memilih dan membeli berbagai macam produk mainan," ujarnya.

Namun naif rasanya kalau para orangtua harus membendung perubahan orientasi dunia bermain anak di masa sekarang. Jalan yang paling bijak, orangtua harus sering-sering mendampingi anak. Setidaknya, tetap mendorong anak supaya mengembangkan kreativitas dan daya pikirnya.


Tuesday, 1 January 2013

Dampak Stress terhadap Kesehatan

Ilmu kedokteran menemukan bahwa bilamana seseorang merasa stres menghadapi masalah kehidupan, akibat emosi yang negatif akan merangsang keluarnya hormon-hormon tertentu, yang menstimulasi susunan saraf sedemikian rupa, sehingga berbagai organ-organ dalam tubuh mendapat tekanan berat.  Bilamana organ-organ dalam tubuh tertekan dalam waktu yang lama, maka lambat laun organ ini akan menjadi lemah dan lebih cenderung untuk menderita penyakit, apakah karena serangan  yang datang dari luar maupun dari dalam tubuh.  Yang menentukan organ-organ mana yang akan dipengaruhi tekanan ini adalah faktor keturunannya seseorang, konstitusinya, lingkungannya, dan gaya hidupnya.
penyebab stress, sumber stress, stres karena pekerjaan, sekolah dan urusan keluarga

Akibat negatif stress untuk kesehatan antara lain:

  1. Stres atau ketegangan dapat mengeluarkan adrenalin, sehingga jantung berdenyut dengan lebih kuat dan cepat.  Akibatnya stres ini dapat menyebabkan seseorang untuk menderita jantung yang berdebar-debar.

  2. Bilamana hormon stres yang menyebabkan pembuluh darah untuk menciut, maka kemungkinan untuk mendapat tekanan darah tinggi itu besar diikuti dengan penyakit-penyakit cardiovascular dan cerebrovascular.  Akibat penciutan pembuluh darah ini, peredaraan darah di perifer tubuh akan berkurang dan penderita mengeluh tangan dan kakinya selalu dingin.

  3. Stres dapat menyebabkan seseorang untuk bernafas secara dangkal dan cepat dengan dibatasi saluran pernafasannya yang menimbulkan hyperventilation.

  4. Stres dapat menyebabkan menurunnya suplai darah ke saluran pencernaan,  sehingga proses pencernaan akan terganggu.

  5. Stres dapat  darah menggumpal dengan lebih cepat yang umumnya bersifat melindungi tubuh kita bilamana misalnya terjadi pendarahan karena sesuatu cedera, tetapi bilamana keadaan ini terjadi berlarut-larut, maka akan menimbulkan dampak yang negatif.

  6. Stres berakibat pengeluaran keringat yang berlebihan, sehingga tubuh menjadi lembab, suatu suasana yang tidak menyenangkan.

  7. Stres mengakibatkan kadar gula darah meninggi, suatu sumber energi di mana tenaga dapat diperoleh dengan cepat, namun pada individu yang sudah ada predisposisi untuk penyakit kencing manis, justru keadaan stres yang berlarut ini akan mempercepat timbulnya atau kambuhnya penyakit kencing manis tersebut.

  8. Stres dapat mengubah fungsi saluran pencernaan makanan dan air seni, sehingga timbul keinginan untuk senantiasa buang air kecil maupun buang air besar yang dikenal dengan irritable bowel syndrome.

  9. Seorang penderita stres dapat mengunjungi dokter dengan berbagai ragam keluhan seperti kecemasan, depresi, perasaan takut yang berlebihan, dan gangguan pikiran termasuk gangguan ingatan dan gangguan tidur.

John Marks dalam artikelnya “Time Out” di U.S. News & World Report mengatakan “Somewhere between 75-90% of all doctor visits stem from stress.”  Sungguh telah dikukuhkan tulisan Ny. White dalam Testimonies, Jilid V hal. 444 demikian, “Penyakit pikiran terdapat di mana-mana.  Sembilan per sepuluh dari penyakit-penyakit yang diderita manusia berasal dari pikiran.”

Para ahli riset Inggris dalam studi mereka terhadap hormon-hormon stres baik sebelum dan sesudah dua hari menjalani prosedur pembedahan, mendapatkan, bahwa bilamana pasien mengikuti latihan relaksasi secara formal justru hormon stresnya  meninggi.  Ini melemahkan daya tahan tubuh mereka, sedangkan, bagi mereka yang berdoa, tidak didapatkan peninggian hormon stres, sehingga daya tahan tubuh mereka tidak memburuk. 

Percayalah bahwa segala sesuatu yang terjadi pada kita telah diatur Tuhan demi kebaikan kita, sehingga kita tidak perlu stres dalam menghadapi tantangan hidup.

CB Blogger Lab

▲
Top