Showing posts with label parenting. Show all posts
Showing posts with label parenting. Show all posts

Friday, 17 April 2015

Mengajarkan Seks kepada Anak Lewat Kasus Tata Chubby

Ketika melihat berita perempuan cantik yang bernama Deudeuh Alfisahrin alias Tata Chubby yang tewas mengenaskan di kamar kosnya di kawasan Tebet, ada satu bagian yang langsung terekam di otak saya. Perempuan ini ternyata baru berusia 26 tahun dan sudah memiliki anak yang berusia 10 tahun.
www.freedigitalphotos.net
Otak kreatif saya pun langsung berhitung. Berarti di usia ke-16 tahun, perempuan yang kerap dipanggil Mpie ini sudah melahirkan bayi. Jika ditarik ke belakang lagi, berarti di usia sekitar 15 tahun perempuan ini sudah mengandung. Pastinya juga di usia belia tersebut perempuan itu sudah tahu sedikit banyak apa itu seks.

Tentunya ini sangat mengerikan. Bisakah Anda membayangkan di usia remaja yang semestinya sedang giat-giatnya belajar, dia malah bermain-main dengan sesuatu yang belum patut untuk umurnya. Apa yang salah dengan kehidupan perempuan ini. Saya sedang tidak menyalahkan siapa pun di sini. Saya justru sangat bersimpati dengan perempuan kuat ini.

Namun ada beberapa hal yang dapat kita pelajari berkaitan dengan perempuan ini yang saya ambil setelah membaca buku Right from The Start (Benar dari Awal) yang ditulis oleh Bunda Hana. Menurutnya ada satu hal yang membuat anak-anak terjerumus ke dalam dunia seks, yaitu karena mereka tidak mengetahui makna dan konsep yang sebenarnya dari seks.

Orang tua yang semestinya menyuplai pengetahuan yang benar tentang seks. Namun, hanya segelintir orang tua yang mau dan mampu membicarakan seks secara terbuka. Seks tabu diperbincangkan karena memang orang tua kita juga sebelumnya melakukan hal yang sama. Namun bersyukurah, jika Anda sampai saat ini tidak terjerumus ke dunia yang sama dengan Tata Chubby.

Sayangnya, dunia Anda yang dulu dengan yang sekarang sungguh berbeda. Dunia digital tak bisa dibendung. Oleh karena itu, Anda  harus dan mau tak mau memberi pemahaman yang tepat mengenai seks. Jangan sampai sumber-sumber lain memberi pemahaman bahwa seks hanyalah media pelampias nafsu. Mereka tidak mengerti bahwa seks mengandung unsur cinta kasih dan kebaikan Tuhan.

Karena itu, menurut Bunda Hana ketika Anda ingin mengajarkan seks kepada anak, buang pola pikir tradisional Anda bahwa seks itu tidak patut diperbincangkan secara terbuka. Jika Anda sudah dapat memahami hal tersebut, akan mudah untuk mengerti dan memberikan penjelasan dan pengertian.

Anda juga tak perlu khawatir jika penjelasan-penjelasan Anda tentang seks malah akan membuat keingintahuannya semakin besar dan kemudian mempraktikkannya lebih awal. Pikiran tersebut amatlah tidak tepat. Hal yang membahayakan adalah ketika anak tidak mengetahui informasi yang tepat mengenai seks.
Seandainya saja Tata Chubby mengetahui apa itu pengertian dan konsep sejak awal, saya rasa dia tidak akan mengalami hal ini. Selamat jalan Tata Chubby!

Wednesday, 25 March 2015

Empat Hal yang Seharusnya Saya Ketahui Sejak Remaja dan Saya Harap Para Ibu Memberitahukannya Kepada Anak-Anaknya

Tak ada satu hal pun yang telah terjadi perlu disesali. Perjalanan hidup memang penuh dengan lika-liku. Namun seandainya saya bisa kembali ke masa lalu, saya berharap mengetahui lima hal ini lebih awal. 
www.freedigitalphotos.net
Ketika suatu saat saya memiliki anak-anak, saya akan memberitahukan hal-hal ini kepada anak remaja saya. Saya harap Anda juga akan memberitahukannya kepada anak-anak remaja Anda  sedini mungkin sehingga mereka mempunyai panduan untuk menjalani hari-hari yang sangat bahagia.

Berani Mengatakan Kebenaran
Menjadi sama dengan yang lainnya adalah hal yang termudah dilakukan agar bisa diterima dalam sebuah geng atau komunitas. Anda lalu memakai topeng dan mulai berakting menjadi orang lain. Anda tak berani membicarakan apa yang ada di otak Anda. Anda selalu berpikir bagaimana reaksi orang lain sebelum Anda berbicara. Oleh karena itu, Anda selalu gagal untuk berkata jujur kepada orang lain. Anda pun serta-merta ikut demam Lady Gaga padahal artis favoritmu adalah Mariah Carey.

Seandainya saya tahu sejak dulu bahwa setiap orang berbeda dan saya tak perlu  harus menjadi sama dengan orang lain. Hidup pasti akan lebih menyenangkan.

Dirimu adalah yang Pertama
Tempatkan dirimu menjadi prioritas utama dan jangan pikirkan orang lain. Saya tak mengajarkan Anda untuk menjadi orang yang egois. Namun dahulukan dulu semua hal mengenai diri Anda, barulah berpikir mengenai orang lain. Lakukan segala hal karena Anda memang suka melakukannya, bukan karena Anda ingin orang lain menyukainya.

Seandainya saya mengetahui lebih awal, saya akan lebih maksimal dalam mengembangkan diri. Saya tak akan berusaha keras menyenangkan orang lain karena saya akan lebih fokus terhadap apa yang saya rasakan.  

Cintai Tubuhmu
Posisikan tubuh sebagai bagian dari tim. Hentikan selalu menyalahkannya ketika hal-hal buruk terjadi pada Anda. “Seandainya tubuhku seindah Jennifer Lopez, pasti saya akan diterima di klub itu. Saya harap saya secepatnya keluar dari perangkap tubuh yang menyebalkan ini”. Itu adalah sebuah kalimat kejam yang sering Anda arahkan untuk  mem-bully tubuh Anda.

Seandainya saya mengetahuinya sejak dulu. Saya akan akan sadar untuk lebih peduli dengan tubuh saya. Saya akan berhenti menjejalkan banyak makanan dan mulai hidup sehat. Itu jelas akan menjadi lebih baik.

Jangan Biarkan Opini Orang Lain Memengaruhimu
Ketika orang lain memberikan pendapatnya tentang suatu hal, sering kali kita merasa terhakimi. Setelahnya kita sering kali mengubah prinsip kita agar sesuai dengan pendapatnya. Seandainya saya berpikir bahwa opini tersebut bukan bermaksud untuk menghakimi dan  saya berhenti melakukan hal-hal bodoh akibat opini tersebut.

Opini adalah ide yang ada di kepala orang lain dan dia hanya sekadar ingin membaginya. Saya harap saya tidak terpengaruh melakukan hal-hal yang tidak benar akibat pendapat orang lain.

Saturday, 31 January 2015

Empat Tanda Remaja Sehat


Tidak sulit menciptakan remaja yang sehat. Makanlah bersama anak minimal lima sampai tujuh kali dalam seminggu. Hal tersebut dapat mengurangi risiko anak terlibat dalam penggunaan narkotika dan pergaulan bebas. Hal tersebut diungkapkan oleh Charlotte K. Priatna dalam sebuah seminar parenting yang dilakukan baru-baru ini.
Kawal Remaja Anda Menjadi Sosok Dewasa yang Bertanggung Jawab.
Acara makan secara efektif dapat meningkatkan keterikatan antara anak dan orang tua. Keterikatan tersebut adalah salah satu dari empat ciri remaja yang sehat fisik dan psikis. Jika anak lebih memilih ke pesta ulang tahun temannya daripada membesuk neneknya, Anda harus mulai waspada.

Tiga ciri remaja yang dapat mendeteksi dia sehat atau tidak adalah sebagai berikut. Perhatikan dan segera ambil langkah yang tepat. Jangan sampai dia tergelincir ke arah negatif.

Membuat Keputusan dan Mandiri
Anak remaja sehat memiliki kemampuan berpikir dan dapat memutuskan segala sesuatu secara kritis. Latih hal ini pada remaja Anda. Misalnya, biarkan dia memilih pakaian yang akan dibelinya. Meskipun dia salah memilih ukuran, warna, atau model, setidaknya kesalahan itu bukan hal yang fatal.

Hormati keputusannya, tetapi tetap berikan arahan dan tunjukkan konsekuensi atas pilihannya. Ini merupakan proses pembelajaran. Di masa depan dia akan memutuskan hal-hal yang lebih besar. Semoga mereka akan selalu bisa memutuskan yang terbaik untuk mereka.

Memiliki Teman Sebaya yang Baik
Anak remaja membagi pertemanan menjadi lima, yaitu sahabat, teman dekat, kelompok, kerumunan, dan sekolah. Tugas orang tua adalah menyediakan suasana yang bersahabat untuk teman-temannya. Bantu anak untuk selalu mengembangkan, menjaga, dan menghargai arti pertemanan. Sebaiknya Anda juga harus mengenal teman dan orang tuanya.

Ada Peraturan dan Pengawasan
Peraturan merupakan harapan orang tua terhadap perilaku anak, sedangkan pengawasan adalah dorongan orang tua agar anak berperilaku baik. Laksanakan secara konsisten. Katakan salah jika salah. Jangan mejadi orang tua yang otoriter. Jika anak melakukan pelanggaran, libatkan dia ketika membuat peraturan baru sekaligus konsekuensinya. Lakukan rapat regular sebagai ajang evaluasi keluarga.

Karier puncak Anda sebagai orang tua berada pada saat anak dalam fase remaja. Lupakan kisah horor masa remaja jika Anda sudah berperan dengan baik dan maksimal. Jangan sampai Anda melewatkan momen ini, kawal dia menuju sosok dewasa yang stabil dan bertanggung jawab.

CB Blogger Lab

▲
Top