Tuesday, 27 January 2015

Ketika Dia Menolak Cinta Anda



Ketika bertemu dengannya Mirna langsung berkata di dalam hatinya “Ini lelaki yang aku tunggu selama ini. Dia memiliki semua kualifikasi yang aku inginkan”. Dengan berbagai upaya Mirna mulai mengeluarkan jurusnya untuk membuat lelaki tersebut terpesona. Namun sayang seribu sayang, lelaki tersebut hanya menganggap Mirna sebatas kawan.
Ketika Cinta Bertepuk Sebelah Tangan.

Pernah berada di kondisi yang sama dengan Mirna. Tak perlu merasa minder. Banyak orang pernah merasakan hal yang sama dengan Anda. Percayalah, penolakan tersebut merupakan sebuah proses kehidupan yang membuat Anda semakin kuat. Jangan hanyut pada kondisi mellow ini.

Fokus pada Diri Anda
Ketika merasa ditolak oleh pujaan hati, kekecewaan “memaksa” Anda untuk menangis. Namun pastikan, kesedihan Anda bukan karena si prince of charming. Pastikan satu-satunya alasan air mata Anda mengalir deras karena Anda telah kehilangan harapan dan impian. It hurts you so bad.

Jika bersedih, menangislah sekeras-kerasnya. Ingat ada pelangi setelah hujan. Pastinya akan ada pria lain yang akan mempunyai mimpi dan harapan yang sama dengan Anda. Nantikan momen indah itu!

Be Fair
Anda merasakan cinta, tetapi dia tak memperoleh chemistry. Bersikaplah adil. Cinta tak bisa dipaksakan. Bersyukurlah untuk cinta yang Anda bisa rasakan. Itu sebuah anugerah. Kedengarannya memang seperti omong kosong. Namun, mulailah menerima kenyataan bahwa tak semua yang kita inginkan, dapat kita miliki. Inilah dunia.

Pandailah Memantaskan Diri
Ini bukan pernyataan rendah diri. Namun ini saatnya Anda mengintropeksi diri, apakah ada sikap dan tutur kata Anda yang kurang mengenakkan yang membuat dia berpikir lebih baik menjadikan Anda hanya sekadar sahabat. Tetaplah bermimpi untuk memiliki lelaki yang hebat sepertinya. Teruslah belajar untuk mempunyai kualitas diri yang baik sehingga pada saatnya Anda sudah pantas mendampingi lelaki hebat mana pun. Cheers! Saatnya pasti tiba.

Sunday, 25 January 2015

Jangan Tunggu Momen Memalukan Ini untuk Mendapatkan Tubuh Langsing

Napas sesak, jalan ngos-ngosan,dan cari baju pun susah. Itu tanda-tanda Anda sudah menderita kegendutan atau bahkan obesitas. Mestinya dengan merasakan hal tersebut, Anda sudah harus memperbaiki pola hidup Anda. Sayangnya, sering kali manusia mengabaikan suara tubuhnya sendiri. Ketika tubuh berteriak “TIDAK”, Anda masih tetap menjejali mulut dengan makanan berlemak.
Hentikan Makan Ketika Tubuh sudah Mengatakan "TIDAK".
Hal tersebut yang dilakukan oleh orang-orang ini. Namun untungnya, ada kejadian-kejadian memalukan yang membuat mereka tersadar akan tubuhnya yang besar. Pada akhirnya, inilah yang memotivasi mereka untuk mendapatkan tubuh yang langsing dan berotot.

Di-bully oleh Lelaki Tua dalam Bus
Sharon masih mengingat teriakan lelaki tua itu ketika dia sedang mencari tempat duduk di sebuah bus saat ingin menuju kantornya. “Tidak ada tempat yang muat untukmu di sini.” Muka Sharon pun langsung memerah karena hampir semua orang langsung mencuri pandang ke arahnya.

Sambil menahan malu, dia langsung turun di halte bus berikutnya. Dia kemudian memutuskan untuk berjalan kaki ke kantornya sambil terus berlinangan air mata. Teriakan inilah yang kemudian membuatnya benar-benat sadar bahwa dia harus memulai untuk mengatur pola makan dan terus bergerak.

Ketika Kuda Menolak
Hannah Willoughby sudah sangat menanti-nantikan liburan bersama keluarga besarnya. Alam  selalu membuatnya terpesona, begitu juga kegiatan berkuda yang sudah menjadi favoritnya sejak dahulu. Namun sayangnya, ketika dia menyatakan ingin menunggang kuda, di hadapan semua anggota keluarga seorang petugas menolaknya dengan tegas karena badannya yang terlalu besar. Itu membuatnya benar-benar malu.

Momen itulah yang membuat wanita dengan berat 108 kg ini pun sadar, dia pun mulai berkomitmen untuk menurunkan berat badannya.

Terjepit di Wahana Permainan
Menjadi bahan tontonan, tertawaan, dan cibiran karena terjepit di bangku roller coaster adalah mimpi buruk bagi Richard Jeffries yang memiliki berat 179 kg ini.  Apalagi, butuh waktu yang cukup lama untuk menyelamatkannya dari bangku wahana yang mengerikan tersebut.

Ini adalah titik balik lelaki berusia 48 tahun untuk mengubah kebiasaan buruknya. Dengan usaha yang keras,dia akhirnya memperoleh bentuk dan berat badan yang dia inginkan.

Tak perlu menunggu momen buruk itu terjadi pada Anda. Mulai dengarkan tubuh Anda. Lakukan kegiatan yang nyata sehingga tubuh yang ideal bukan hanya sekadar resolusi. Mulai konsumsi makanan sehat dan aktiflah bergerak.

Saturday, 24 January 2015

Ketika Dia Mengkhianati Anda


“Anak-anak adalah alasanku mempertahankan pernikahan kami yang telah hancur ini.”  Kalimat tersebut sering kali kita dengar ketika seseorang dikhianati oleh pasangannya. Menurut Zoya Amirin, M.Psi, Certified, jangan gunakan alasan itu jika Anda masih ingin mempertahankan pernikahan.
Sungguh-sungguh ampuni dia ketika Anda masih ingin bersama
Jika Anda masih ingin bersama, Anda harus mampu memaafkannya. Memaafkan bukan berarti Anda menerima dan membiarkan sikap buruknya. Memaafkan adalah ketika Anda mampu berdamai dengan diri sendiri. Lakukan itu untuk diri sendiri, bukan untuk anak, orang tua, pasangan, atau orang lain.
Memaafkan bukanlah hal yang mudah. Namun, Anda harus melakukannya untuk hidup yang lebih baik. Lakukan hal-hal berikut agar Anda mudah melakukannya.

Beri Waktu
Jangan sangkal kesedihan dan rasa sakit akibat pengkhianatan yang dilakukannya. Menangislah keras jika Anda mau. Ambillah waktu untuk berpikir dan berdiam diri untuk memadamkan amarah. Jangan umbar kemarahan secara membabi-buta. Hal tersebut hanya akan menyakiti Anda. Perlahan tapi pasti persiapkan hati Anda untuk memaafkannya.

Berhenti Membayangkan Pengkhianatannya
Pikirkanlah sebuah tempat yang tenang dan indah serta lakukanlah aktivitas yang dapat mengalihkan pikiran Anda ketika tiba-tiba skenario pengkhianatannya terlintas di kepala Anda. Jangan biarkan hal tersebut merusak pikiran Anda.

Jangan  Membalas Dendam
Jangan lakukan kesalahan yang sama untuk membalas dendam atau berusaha memberikan hukuman bagi pasangan Anda. “Jika dia dapat melakukannya, aku juga sanggup melakukannya.”  Buang kalimat tersebut karena hal tersebut hanya akan menambah lebih banyak kepedihan.

Lupakan Pengkhianatan Tersebut
Ketika Anda berkomitmen untuk memaafkannya, jangan gunakan perselingkuhan tersebut sebagai amunisi ketika terjadi argumen di kemudian hari. Lupakan dan mulailah hidup baru dengan pasangan Anda.

Jika Anda Tak Mampu  Mengampuninya
Berbagai cara telah Anda lakukan, tetapi Anda masih saja tak sanggup memaafkannya. Jangan biarkan kebencian tersebut merusak hidup Anda. Carilah seorang konselor professional yang akan membantu Anda.

Friday, 23 January 2015

Perhatikan Hal-Hal Berikut Sebelum Memutuskan Merebut Gebetan Sahabat Anda



Perang dunia ketiga pecah kali ini. Konflik melibatkan dua perempuan yang sudah lama bersahabat, Chelsea dan Sarah. Sumber masalahnya adalah seseorang lelaki  yang memang pantas diperebutkan. Sebut saja namanya Paul, seseorang yang good looking¸terpelajar, dan juga mapan.

Seperti layaknya sahabat, tak ada lagi rahasia antara Chelsea dan Sara. Oleh karena itu, ketika Chelsea bertemu Paul dan mulai jatuh cinta, Chelsea tak ragu menelpon Sarah dan menceritakan segalanya tentang Paul. Chelsea pun kemudian memperkenalkan Paul ke Sarah. Entah bagaimana prosesnya, di akhir cerita terungkaplah Sarah juga menyukai Paul.

Frenemy, Ketika Friend Jadi Enemy
 “Seseorang sahabat seharusnya mendukung, bukan malah justru menikam dari belakang.” Itu kalimat Chelsea sedikit terisak kala menelponku.

Beberapa jam kemudian Sarah juga menelponku dengan nada yang tak kalah sendu. “Paul itu bukan pacar siapa-siapa. Ketika aku juga merasakan chemistry pada saat memandang Paul, apakah salah jika aku juga jatuh cinta.”

Tampaknya Cupid sudah menembakkan panah cinta yang sama kepada dua sahabat ini. Namun, bisakah kita menyalahkan dewa cinta yang masyur itu? Tahan dulu, jangan salahkan siapa pun. Jika saat ini Anda sedang merangkai asa menyukai gebetan sahabat Anda,  baca dulu hal-hal berikut sehingga tak akan menyesal dengan langah apa pun yang akan Anda ambil.

Itu akan Menyakitinya
Ketika wajah charming seperti Paul mulai mengisi hati, ada baiknya Anda mulai memikirkan perasaan sahabat Anda. Ini bukan sekadar berhak atau tidaknya Anda terhadap Paul. Pada kenyataannya Anda bukan sedang menaklukkan Paul, tetapi Anda sedang dalam proses “merampas” harapan sahabat Anda. Faktanya, hal itu sangat menyakitkan.

Hargai Dia
Saya sangat percaya pada suatu hukum yang mengatakan jangan engkau mengingini milik sesamamu manusia. Termasuk di dalamnya adalah gebetan yang meskipun secara de facto gebetan tersebut bukan milik sahabat Anda. Namun, ada baiknya Anda menghargai apa yang telah dia percayakan kepada Anda, yaitu mimpi dan keinginannya. Memperoleh kepercayaan  bukanlah hal yang mudah, tetapi merusaknya tidakah susah.  

Pastikan Hati Anda
Namun jika kedua hal tersebut tidak juga membuat Anda melupakan Paul, malah perasaan Anda semakin tak terkendali. Ada baiknya Anda memastikan sekali lagi apakah  itu benar-benar rasa cinta atau sekadar ilusi. Jika memang  yakin, kejar cinta Anda. Namun, selalu ada risiko di setiap tindakan. Kertas putih tak akan pernah sama ketika dinodai. Setidaknya Anda harus bersiap dengan perubahan sikap sahabat Anda atau bersiaplah kehilangan dia selamanya. Hidup ini pilihan. Anda dapat memosisikan diri Anda sebagai pesaing atau sahabat.  Apa pun itu, pilihan ada di tangan Anda!

Thursday, 22 January 2015

Tiga Cara Meminta yang Saya Pelajari dari Orang Jalanan


Meminta sesuatu kepada orang bukanlah hal yang mudah, apalagi kepada orang-orang yang tidak kita kenal. Namun sepanjang perjalanan hidup saya, ada beberapa hal yang saya pelajari dari orang jalanan, yaitu tentang bagaimana cara meminta yang benar sehingga banyak  orang mau memberi dengan rela hati.
Mintalah dengan Sungguh-Sungguh
Ini bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari ketika kita mengharapkan sesuatu dari seseorang, misalkan saja pacar atau teman Anda.  Lakukan hal-hal ini sehingga mereka akan secara sukarela dan bahagia memberikannya untuk Anda.  

Dengan Sungguh-Sungguh
Ketika Anda meminta, lakukan dengan sungguh-sungguh. Hal ini saya pelajari dari pengamen tua mirip Gombloh yang selalu cekatan membawa sound system, harmonika, dan  gitar kecilnya ketika melompat ke dalam bus. Dia biasanya menyanyikan tiga lagu lawas, full hingga akhir. Napas tuanya yang parau kadang terdengar. Saya melihat kesungguhan dari pria berjenggot putih ini. Oleh karena itu, saya dengan sukarela merogoh kantong untuknya.

Berbeda sekali  dengan tiga anak muda yang saya temui kemudian. Mereka bahkan dengan lantangnya mengatakan tak sanggup membeli  alat musik. Yang mereka lakukan adalah membaca dua hingga tiga bait puisi yang bahkan tidak  mereka hapal seluruhnya. Terlihat mereka melakukannya asal-asalan saja. Biasanya hanya beberapa orang yang mau memberi. Itu pun dengan alasan takut mendengar teriakan-teriakan mereka.

Rendahkan Hati
Ada beberapa kalimat orang-orang jalanan yang seketika akan membuat saya mengurungkan niat baik untuk memberi. Contohnya “Seribu dua ribu tidak membuat Anda miskin” dan “Saya harap masih ada jiwa-jiwa sosial di sini. Daripada saya merampok atau mencuri....”

Ada nuansa sombong dan teror dalam dua kalimat tersebut. Meskipun ada beberapa orang yang memberi, saya yakin mereka tak memberinya dengan ikhlas. Saya sangat suka dengan sekelompok pengamen yang mengakhiri show-nya dengan kalimat “Semoga hari Anda menyenangkan” atau “Tuhan memberkati perjalanan Anda.”

Ketika meminta pilihlah kata-kata yang lembut sehingga lawan bicara Anda suka mendengarkannya. Ingat posisi tangan meminta ada di bawah. Jadi, tak perlu segan untuk merendahkan diri jika memang dibutuhkan.

Jangan Manipulatif
Di jalanan sudah menjadi hal yang lumrah, seorang ibu membawa anak-anak kecil, bahkan bayi yang masih merah untuk mengamen atau mengemis. Mereka lakukan itu untuk menarik simpati dan iba orang lain. Rahasia umum jika bayi dan anak tersebut biasanya mereka sewa dari mafia pengemis.

Namun bagi Anda yang masih memiliki hati nurani, jangan manipulasi orang lain demi kepentingan Anda. Mintalah dengan cara elegan, bukannya “ngambek” atau menangis terisak-isak agar suami Anda membelikan tas branded yang Anda inginkan.

Bahkan ada baiknya Anda berpikir berkali-kali ketika akan meminta. Karena posisi terbaik tangan adalah di atas, yaitu saat Anda memberikan sesuatu kepada seseorang.

Wednesday, 21 January 2015

Mengapa Diet Anda Gagal? Temukan Jawabannya Di sini

Memasuki tahun baru, biasanya banyak orang beresolusi untuk menurunkan berat badan. Begitu juga dengan Mita, tahun kemarin komitmen dietnya gagal total. Namun untuk tahun ini, dia menetapkan hati untuk berjuang kembali menurunkan tumpukan lemak perutnya yang semakin tak malu-malu menampakkan diri.
Diet Must Be Fun
Namun belum genap sebulan menjalaninya, niatnya mulai hancur berantakan. Dia mulai tak bisa menahan diri untuk terus mengunyah dan mulai menyentuh makanan yang sudah dicapnya sebagai sesuatu yang “haram”, misalnya gorengan dan mie rebus.

Untuk Anda yang sedang mengalami kondisi yang sama dengan Mita. Selagi masih bulan Januari, simak dua hal berikut yang sering kali menyebabkan seseorang gagal dengan dietnya. Pastikan resolusi Anda bukan sekadar barisan kalimat yang tertulis rapih di buku harian.

Tubuh Anda Bukan Mesin
Ketika melakukan diet, sering kali Anda memaksa tubuh Anda. Supaya diet berhasil dengan cepat, Anda hanya makan satu kali sehari. Ketika lapar meyerang, Anda kemudian menahannya dengan hanya menenguk bergelas-gelas air putih.  

Sayangnya, pada suatu saat tubuh akan bosan dan menolak melakukannya lagi. Jika sudah mogok, tubuh akan balas dendam dan akan memakan apa pun yang selama ini dia inginkan. Tidak akan ada yang sanggup lagi mengontrolnya. Di fase inilah niat terkalahkah oleh nafsu. Resolusi menjadi hanya sekadar komitmen tanpa hasil.

Diet must be fun. Ketika lapar, segeralah makan. Namun pastikan dahulu apakah itu benar-benar rasa lapar atau hanya sekadar nafsu. Minumlah segelas air dan ketika 15 menit setelahnya Anda tetap merasakan lapar, itu tandanya Anda harus makan.

Asuplah makanan-makanan sehat. Namun begitu, jangan terlalu keras pada tubuh Anda. Dia bukan mesin. Ketika Anda ngiler makanan yang Anda katagorikan sebagai makanan “haram”, ada baiknya Anda sesekali mengasupnya dalam porsi kecil. Mulailah dengarkan tubuh Anda.

Berawal dari Pikiran
Ada seorang teman yang terus-menerus mengeluh dengan bentuknya. Namun ketika hendak memulai diet, dia akan berpikir betapa menderita dirinya jika dia tidak boleh memakan makanan favoritnya. Itulah yang membuatnya seperti prajurit yang kalah sebelum berperang.

Jika Anda berpikir diet itu menyiksa, Anda bahkan tak akan pernah memulainya. Bayangkan Anda dengan tubuh yang ideal dan sehat. Jika Anda biasanya makan nasi dua piring, biasakan untuk menguranginya sedikit demi sedikit. Jangan langsung drastis. Niscaya hal tersebut tidak akan menyiksa Anda. Ubah pola pikir Anda dan katakan diet itu sangat mengasyikkan. Dengan begitu, terjadilah apa yang Anda percayai.

Tips Move On dari Bruno Mars

Susah melupakan mantan, padahal Anda sudah mengikuti berbagai tips agar mudah move on, dari menangis keras-keras hingga memblokir media sosialnya. Namun, hati tak kunjung pulih. Anda masih saja terus memikirkan di mana dia berada atau perempuan mana yang ada bersamanya saat ini.
Download Video dan Googling Teks Lagu "When I was Your Man"

Lupakan! Saatnya Anda mendengarkan lagu Bruno Mars yang berjudul “When I was your man”. Lagunya bercerita tentang penyesalan seseorang lelaki karena meninggalkan kekasih hatinya. Nah, cermati liriknya untuk menerapi pikiran Anda sehingga tak lagi fokus pada dirinya. Sambil menyanyikannya, katakan tiga kalimat berikut secara berulang-ulang agar memudahkan Anda melupakannya.

Dia (Mantan) akan Menyesal
Kalimat ini sama sekali bukan ungkapan kebencian, sakit hati, atau keinginan hati untuk membalas dendam. Ini kalimat motivasi agar Anda bisa menjadi wanita yang lebih baik. Namun bagaimana ada yang menyesal jika Anda terlihat seperti seorang perempuan payah, yang apatis melihat dunia. Setiap hari Anda hanya meng-up date status-status sedih dan putus asa.

Berbahagialah, bukan pura-pura bahagia. Kejar mimpi Anda, berdandan yang cantik, dan up-load momen-momen bahagia Anda. Nun jauh di sana, pasti akan ada seseorang yang menyanyikan lirik “Although it hurts, I'll be the first to say that I was wrong.....”. Dan itu adalah mantan Anda.  

Dia akan Menyesal dan Menyesal
Sekali lagi ini bukan ungkapan sakit hati karena cinta tak bisa memiliki. Lepaskanlah apa yang tak bisa Anda genggam daripada itu menyakiti Anda. Belajar pasrah dan percayalah akhir hubungan Anda dengannya adalah awal untuk menjalin hubungan dengan seseorang yang baru. Tersenyumah dan bayangkan dia menyanyikan lirik ini untuk Anda “now my baby’s dancing, but she’s dancing with another man.”

Dia akan Menyesal, Menyesal, dan Menyesal
Tak peduli berapa banya kata “menyesal” yang akan Anda tambahkan atau lagu apa apa yang akan Anda nyanyikan. Itu bukanlah sesuatu yang penting. Intinya, fokuslah pada kebahagiaan Anda. Lupakan orang-orang yang tidak menginginkan dan mempedulikan Anda. Ada lelaki luar biasa yang sedang menunggu Anda di luar sana.  “I hope he buys you flowers. I hope he holds your hand. Give you all his hours when he has the chance.

Ketika terlambat, semuanya sia-sia....

CB Blogger Lab


Top