Friday, 19 September 2014

Beberapa Jenis Penyakit Mata dan Penyebabnya

Mata merupakan salah satu dari 5 indra yang paling penting dalam kesehatan mata. Dengan mata manusia dapat melihat alam sekitar beserta isinya.

Gangguan penglihatan mata dapat mengganggu manusia untuk melakukan berbagai aktivitas sehari-hari, seperti bekerja, bersekolah dan beraktivitas sosial lainya. Seringkali mereka tidak mengenali gejala awal penyakit mata dan ketika mengetahuinya pun penyakit mata sudah menjadi parah.

Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan pada penglihatan mata. Maka harus mengetahui jenis-jenis penyakit mata dan penyebabnya. Beberapa penyakit yang menyerang indera penglihatan adalah:

1. Kebutaan. Kebutaan pada mata manusia memiliki jenis kebutaan berat dan kebutaan ringan. Kebutaan disebabkan karena adanya kerukan pada syaraf mata. Penyakit ini tidak dapat dibantu dengan lensa maupun kacamata.

2. Belekan. Penyakit ini disebabkan adanya infeksi virus dan bakteri.

3. Kerakitis. Gangguan pada kornea ini sering dialami oleh petani. Disebakan oleh virus, kuman dan bakteri.

4. Miopi. Penyakit mata yang tidak dapat melihat jarak jauh.

5. Presbiopi. Penyakit mata yang tidak dapat melihat jarak dekat.

6. Hipermetropi. Penyakit mata yang tidak yang tidak dapat melihat jarak jauh dan jarak dekat.

7. Glukoma. Bola mata memiliki tekanan cairan yang tinggi dan dapat merusak saraf mata sehingga mata terlihat lebih menonjol keluar.

8. Irosidiklitis akut. Penyakit ini disebabkan oleh gigi yang berlubang. Salah dalam menangani penyakit ini dapat menyebabkan kebutaan.

9. Katarak. Gangguan penglihatan mata karena adanya lapisan pada bola mata. Jenis penyakit mat ini juga dapat menyebabkan penderitanya mengalami kebutaan.

10. Bintitan. Penyakit ini disebabkan karena infeksi bakteri dan kelenjar pada bulu mata.

Tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah hal yang lebih buruk pada mata adalah dengan segera konsultasi kepada dokter ketika sudah merasa ada gangguan pada mata.

Jika dibiarkan, gangguan mata ringan dapat menjadi penyakit serius bahkan dapat menyebabkan kebutaan permanen yang susah disembuhkan. Kita sebagai manusia selayaknya menjaga kesehatan mata dari berbagai jenis penyakit mata yang menjadi ancaman bagi aktivitas hidup.

Friday, 5 September 2014

Kenali 7 Gejala Penyakit Leukimia

TABLOIDDOKTER.BLOGSPOT.COM- Pernahkah anda mendengar tentang penyakit leukimia? Leukimia adalah penyakit kanker yang menyerang sel darah. Kanker darah disebabkan karena meningkatnya jumlah sel darah putih dalam darah atau sumsum tulang. 

Karena jumlahnya yang meningkat, sel-sel darah putih yang sebetulnya tidak normal tersebut menggantikan sel darah yang normal. Ketidak normalan ini membuatfungsi sel terganggu. 
Berikut ini ada 7 gejala apabila terkena penyakit leukimia:


1. Kelelahan
Jika anda mudah sekali merasa lelah meskipun tidak melakukan aktivitas yang berat, mungkin hal ini disebabkan oleh leukimia. peningkatan produksi sel darah putih dapat menyebabkan energi cepat habis.


2. Terjadi Penurunan Berat Badan
Penurunan berat badan secara tiba-tiba meskipun tidak ada perubahan dalam pola makan seseorang.

3. Sering Mengalami Pendarahan
Penderita leukimia akan mudah mengalami pendarahan padahal itu hanya luka kecil sekalipun. Bahkan sipenderita leukimia menderita memar misalnya lengannya tergores ujung pintu maka akan membuat waktu yang lama untuk sembuh jika dibandingkan orang yang tidak menderita leukimia.

4. Pembengkakan Internal
Gejala leukimia juga dapat ditandai dengan pembengkakan kelenjar getah bening dibawah lengan serta di depan dan belakang leher. Hati dan limpa juga akan membengkak dan menimbulkan rasa nyeri dibawah tulang rusuk.


5. Berkeringat di Malam Hari
Salah satu tanda leukimia adalah selalu berkeringat pada malam hari. Sehingga jika anda berkeringat secara berlebihan atau tidak normal dimalam hari,anda perlu mewaspadai adanya gejala leukimia.


6. Berkurangnya Kontrol Otot
Kesulitan mengendalikan diri ketika berjalan atau mengalami kejang otot dari waktu ke waktu merupakan salah satu gejala leukimia. Penderita leukimia biasanya akan kesulitan mengontrol otot dan menyeimbangkan tubuh.


7. Pernapasan Abnormal
Sesak napas dan batuk dalam kurun waktu yang cukup lama dan tidak kunjung sembuh juga merupakan tanda-tanda leukimia.

Itulah 7 gejala penyakit leukimia, sebelum anda mengalaminya maka anda harus tetap menjaga pola hidup yang sehat agar anda terhindar dari penyakit yang mematikan ini.

Tuesday, 2 September 2014

Manfaat Sayuran Hijau untuk Kesehatan

TABLOIDDOKTER.BLOGSPOT.COM - Sayur mayur yang anda biasa konsumsi dalam sehari-hari mempunyai manfaat yang penting buat kesehatan anda.Sayur yang masih segar dan warnanya yang hijau baik sekali untuk di konsumsi atau dapat pula di buat jus sayuran.

Kandungan zat gizi alami yang terdapat dalam sayuran hijau itu sangat banyak.Sayuran hijau kaya akan vitamin A dan C.Sayuran hijau pun mengandung berbagai unsur mineraal seperti magnesium,zat kapur,zat besi dan fosfor.

Antioksidan dan serat alami dalam sayuran hijau akan menjaga kesehatan dan melancarkan saluran pencernaan.Ini dapat memudahkan sisa metabolisme yang tidak berguna keluar dari tubuh sehingga tak sempat mengendap dan menimbulkan penyakit salam tubuh kita.

Berikut ini ada beberapa sayuran hijau beserta manfaatnya yang dapat anda ketahui:


1. Bayam
Sayur bayam mengandung betakaroten, lutein, klorofil, asam folat dan mangan.Manfaatnya untuk disentri, ambien, demam, melancarkan ASI, mengencerkan dahak, memperkuat kekebalan lever, mencegah penuaan dan mengandung antioksidan.

Bayam merah mengandung zat besi tinggi yang berkhasiat menambah darah,selain itu juga bayam ini mengandung vitamin A,B,C dan K,kalium serta fosfor.

Asam Folat pada bayam mampu memerangi kadar homosistein dalam darah penyebab jantung koroner.

2. Daun Singkong
Sayuran yang sering disandingkan dengan berbagai jenis lalapan dan lauk utama khas Indonesia ini ternyata merupakan sumber nutrisi yang baik. Daun singkong muda memiliki kandungan protein, zat besi yang cukup tinggi, serta vitamin A dan C. Dengan kandungan zat besi setara, daun singkong memiliki kandungan protein empat kali lipat dan vitamin A dua kali lipat dibandingkan bayam sehingga menjadikannya sebagai sumber vitamin dan mineral harian yang baik bagi kesehatan Anda.

3. Sawi
Sawi memiliki banyak kandungan vitamin dan mineral. Ia diketahui memiliki kemampuan antioksidan karena kandungan vitamin C dan E, serta karoten dan glukosinolatnya. Sawi juga mengandung kalsium, magnesium, dan asam folat yang dapat membantu menyehatkan tulang, serta tinggi serat untuk membantu melancarkan pencernaan tubuh. Selain itu, sawi juga dapat mencegah peradangan serta mampu mencegah berbagai jenis kanker.

4. Kangkung
Kangkung yang banyak ditemukan pada masakan Indonesia ternyata mengandung banyak zat gizi seperti vitamin A. Vitamin C pada kangkung juga cukup tinggi meski tidak sebanyak bayam dan daun singkong. Mineral yang ditemukan pada kangkung meliputi kalsium, fosfor, dan kalium. Vitamin B kompleks pada kangkung diketahui dapat membantu meningkatkan hormon yang menciptakan suasana nyaman. Selain itu, ekstrak kangkung juga ditemukan dapat membantu penghambatan penyerapan gula sehingga cocok untuk yang menderita diabetes.

5. Buncis
Buncis dan tanaman  kacang-kacangan sejenisnya berasal dari Peru. Sayuran ini pertama kali dibawa ke Eropa oleh para penjelajah dari Spanyol pada abad ke 16. Buncis merupakan sayuran yang kaya vitamin K, C, dan A, serta mengandung folat, mangan, kalium, zat besi, dan  serat. Buncis juga mengandung senyawa antioksidan  yang baik untuk kesehatan jantung. Kandungan serat pada buncis berpotensi untuk menurunkan risiko diabetes tipe-2 dan reaksi inflamasi yang lain.

6. Brokoli
Tanaman asli Italia ini merupakan sumber vitamin C yang sangat baik. Tidak hanya kaya serat, vitamin, dan mineral, brokoli juga mengandung antioksidan sulforaphane dan lutein yang baik untuk menurunkan risiko kanker. Brokoli juga diketahui bermanfaat bagi kesehatan jantung.

7. Timun
Timun adalah salah satu sayuran yang kaya vitamin C (antioksidan), mangan, folat (mengurangi risiko penyakit jantung dan depresi), serat, magnesium, klorofil, serta lutein. Timun juga dapat menjaga kesehatan pencernaan. Tingginya kadar air pada mentimun  dapat menyegarkan tubuh.
Perkembangan Emosi Pada Bayi, Seperti Apa?

Perkembangan Emosi Pada Bayi, Seperti Apa?


Sering, kan, melihat bayi menangis kala ia lapar. Sebelum diberikan susu, ia tak akan berhenti menangis, bahkan tambah keras. Tapi bila kebutuhannya segera dipenuhi, akan berhenti tangisnya.

Nah, menangis pada bayi, selain sebagai salah satu bentuk komunikasi prabicara untuk memberitahukan kebutuhan/keinginannya, juga untuk menunjukkan reaksi emosinya terhadap suatu keadaan yang tak menyenangkan. Reaksi emosi bayi yang demikian, sebetulnya masih wajar, karena si bayi bereaksi terhadap suatu keadaan yang tak menyenangkan, yaitu lapar. "Hanya saja, kalau reaksinya berlebihan, semisal menangis terus, meski sudah diberikan susu, berarti ada sesuatu pada dirinya. Apakah dia sakit atau ada suatu kelainan pada sarafnya,".

Sangat penting bagi orang tua untuk mengetahui dan mengenal reaksi emosi bayinya. Sebab, reaksi emosinya ini akan berpengaruh pula nantinya pada kehidupan si anak, terutama pada penyesuaian pribadi dan sosialnya. "Di usia satu tahun pertama ini, bayi sedang beradaptasi dengan udara, makanan, dan lingkungan sekitarnya. Di usia ini pulalah emosinya mulai berkembang." Itulah mengapa, orang tua harus memperhatikan betul kebutuhan fisik dan mentalnya, sampai sekecil apa pun.


Pada awalnya, saat lahir, reaksi emosi bayi masih sederhana, yaitu hanya mengungkapkan emosi kesenangan dan ketidaksenangan. "Ia akan bereaksi senang bila kebutuhan menyusunya terpenuhi, dengan mengeluarkan suara yang tampak puas. Sebaliknya, ia akan bereaksi tak senang dengan menangis bila popoknya basah." Yang pasti, pada bulan-bulan pertama, ia tak memperlihatkan reaksi secara jelas, yang menyatakan keadaan emosinya yang spesifik. Misal, marah. Semua rasa ketidaksenangan akan diekspresikan dengan tangisan.

"Nah, pada bulan-bulan pertama ini, respon orang tua terhadap bayi pun akan berpengaruh nantinya. Misal, jika pemberian susunya terlambat sementara bayi sangat lapar atau popoknya basah didiamkan saja, maka bayi akan merasa tak nyaman. Meski dia hanya bisa bereaksi dengan menangis, tapi bibit-bibit emosi rasa kecewa dan marah mulai timbul."
Mulai usia dua bulan bayi bisa bereaksi tersenyum bila dirinya merasa senang atau gembira. Usia tiga bulan mulai bisa bereaksi dengan mengeluarkan bunyi-bunyi yang mengungkapkan kekesalan, bila dirinya kesal atau marah, semisal, dia tak bias menggapai mainannya. Kadang juga diungkapkan dengan tangisan dan jeritan.
Usia 6-9 bulan sudah mengenal rasa takut. Bukankah saat itu ia sudah mengenal orang- orang di sekitarnya? Hingga, kalau ia ditinggal oleh orang tuanya, ia akan merasa takut dan mulai mengeluarkan suara-suara ketakutan atau menangis.

"Pokoknya, makin usia bayi meningkat, reaksi emosinya makin dapat dibedakan dan bertambah. Sebab, sejalan dengan bertambahnya umur dan semakin matangnya system saraf serta ototnya, bayi pun mengembangkan berbagai reaksi emosinya." Misal, kalau di usia 2 bulan emosi kegembiraannya diungkapkan dengan tersenyum saja, maka makin lama dia bisa mengekspresikan kegembiraannya dengan mengeluarkan suara-suara ataupun tertawa kala diajak bicara oleh orang tuanya. Bahkan, ketika dia sudah bisa jalan dan berlari, bila ada timbul rasa gembira, dia bisa melonjak-lonjak atau berlari-lari.

Demikian pula dengan emosi takut. Biasanya bayi takut dengan kamar gelap, binatang, berada sendirian, serta orang yang asing baginya. Mungkin awalnya, kalau takut ia hanya bereaksi dengan menangis. Seolah dirinya tak berdaya dan seperti meminta tolong. Makin bertambah usia dan motoriknya pun berkembang, ia bisa bersembunyi di balik tubuh ibunya atau memeluk ibunya, menarik selimut untuk menutupi wajahnya, atau berlari menghindar dari sesuatu yang membuatnya takut.

Akan halnya rasa marah, misal, di usia 6 -9 bulan, kala bayi sudah bisa melempar benda atau menghentak-hentak kakinya, ketika emosi marahnya terangsang, bisa saja reaksinya dengan melempar. Ketika reaksi tersebut dirasa menyenangkan dan dapat memuaskan emosinya, maka akan diulang kembali. "Nah, untuk mengetahui apakah si bayi memang betul-betul dalam emosi marah atau hanya ingin mencoba-coba melempar benda dalam arti dirinya sedang bereksplorasi, tentunya orang tua harus melihat, apakah memang ada kebutuhannya yang tak dipenuhi atau ada sesuatu yang membuatnya marah ataukah tidak."

MASIH BISA DIUBAH
Jadi, orang tua harus mengetahui dan mengenal reaksi emosi bayinya, entah yang baik maupun tidak. Jangan sampai, reaksi emosi yang jelek berlanjut sampai si bayi besar. Pasalnya, nanti anak akan belajar menggunakan reaksi ini sebagai alat untuk mencapai tujuannya. Apalagi di masa-masa emosi sulit, yaitu usia 0 hingga balita. Bukankah tak jarang kita lihat, anak kecil yang kalau marah tiduran di lantai, duduk menghentak kaki, memukul, atau melempar segala macam benda?

"Sebetulnya, bila baru berusia sampai setahun, emosi bayi masih bisa berubah karena baru muncul dan baru akan berkembang,". Itulah mengapa, orang tua harus tetap waspada dengan emosi bayinya. "Jika ada reaksi emosinya yang kurang baik, paling tidak, kita bisa menekannya atau meminimalkannya." Dengan kata lain, orang tua harus melatih pengendalian diri anak sejak dini.

Tapi melatihnya harus dengan konsekuen, lo. Misal, bila bayi ingin minum susu dan menangis tak sabar, maka ibu harus segera meresponnya. Kalaupun harus membuatkan dulu susu botol, maka buatlah di dekat si bayi sambil mengajaknya bicara. Misal, "Iya, sabar, ya, sayang. Ini Ibu sedang buatkan susunya. Ibu tahu, kok, kalau Adek lapar."
Bila si bayi sudah bisa merangkak dan kita lihat tampaknya dia kesal karena sulit menggapai mainan yang diinginkan, maka kita bantu untuk memudahkan dengan cara mainannya didekatkan. Ketika dia sudah bisa meraihnya, kita beri pujian, "Hore! Pintar anak Mama. Capek, ya? Ayo, kita duduk dulu."

Begitu juga kalau si bayi sudah mulai banyak motoriknya, seperti bisa jalan atau lari. Bila reaksi marahnya dengan cara fisik, seperti menendang, melempar, atau memukul, maka kita harus selalu memberi pengertian. "Kalau kamu marah, tidak boleh seperti itu. Nanti kaki kamu jadi sakit kalau menendang kursi itu. Kenapa kamu marah? Bilang, dong, sama Ibu." Jadi, anak dilatih untuk dapat mengendalikan fisiknya. Hingga nantinya kalaupun dia marah, mungkin tak sampai bereaksi berbahaya dengan fisiknya.
Mungkin hanya mimik mukanya saja yang tampak memerah. Biasanya seiring usia bertambah, reaksi emosi dengan menggunakan gerak fisik/otot makin berkurang. Apalagi ketika anak sudah bisa bicara, maka reaksi emosinya akan diwujudkan dengan reaksi bahasa yang meningkat.

JANGAN BANYAK MELARANG

Namun, dalam melatih atau mendidik emosi anak, disarankan tak banyak larangan karena akan menimbulkan rasa takut pada anak. Misal, "Adek, jangan main ke situ, ada kecoa, lo. Nanti digigit!" Sebetulnya, usia bayi belum menyadari ada tidaknya bahaya bagi dirinya, tapi karena mimik muka ibunya dan nada suaranya menakutkan, maka mengkondisikan si bayi akan rasa takut. "Larangan boleh saja kalau memang ada yang membahayakan. Kalau tidak, sebaiknya dihindari." Namun, dalam memberitahukannya harus dengan bahasa dan mimik muka yang baik.

Yang jelas, bila sejak bayi dilatih pengendalian emosi dengan baik, maka reaksi emosinya bisa ditanganinya dengan baik pula. Meski mungkin sifat jeleknya tetap ada, tapi tak terlalu menonjol. "Jadi, ini merupakan tindak pencegahan pula dari reaksi emosi negatif yang tak diinginkan." Ingat, lo, bila tak sejak dini kita melatihnya, maka akan sulit mengubahnya ketika anak bertambah usianya. Bahkan mungkin saja reaksi emosi tersebut akan menetap sampai si anak dewasa. Tentunya kita tak menginginkannya demikian, kan, Bu-Pak?

Manfaat Sayuran Hijau untuk Kesehatan

Manfaat Sayuran Hijau untuk Kesehatan
Sayur mayur yang anda biasa konsumsi dalam sehari-hari mempunyai manfaat yang penting buat kesehatan anda.Sayur yang masih segar dan warnanya yang hijau baik sekali untuk di konsumsi atau dapat pula di buat jus sayuran.

Kandungan zat gizi alami yang terdapat dalam sayuran hijau itu sangat banyak.Sayuran hijau kaya akan vitamin A dan C.Sayuran hijau pun mengandung berbagai unsur mineraal seperti magnesium,zat kapur,zat besi dan fosfor.

Antioksidan dan serat alami dalam sayuran hijau akan menjaga kesehatan dan melancarkan saluran pencernaan.Ini dapat memudahkan sisa metabolisme yang tidak berguna keluar dari tubuh sehingga tak sempat mengendap dan menimbulkan penyakit salam tubuh kita.

Berikut ini ada beberapa sayuran hijau beserta manfaatnya yang dapat anda ketahui:

1. Bayam
Sayur bayam mengandung betakaroten, lutein, klorofil, asam folat dan mangan.Manfaatnya untuk disentri, ambien, demam, melancarkan ASI, mengencerkan dahak, memperkuat kekebalan lever, mencegah penuaan dan mengandung antioksidan.

Bayam merah mengandung zat besi tinggi yang berkhasiat menambah darah,selain itu juga bayam ini mengandung vitamin A,B,C dan K,kalium serta fosfor.

Asam Folat pada bayam mampu memerangi kadar homosistein dalam darah penyebab jantung koroner.

2. Daun Singkong
Sayuran yang sering disandingkan dengan berbagai jenis lalapan dan lauk utama khas Indonesia ini ternyata merupakan sumber nutrisi yang baik. Daun singkong muda memiliki kandungan protein, zat besi yang cukup tinggi, serta vitamin A dan C. Dengan kandungan zat besi setara, daun singkong memiliki kandungan protein empat kali lipat dan vitamin A dua kali lipat dibandingkan bayam sehingga menjadikannya sebagai sumber vitamin dan mineral harian yang baik bagi kesehatan Anda.

3. Sawi
Sawi memiliki banyak kandungan vitamin dan mineral. Ia diketahui memiliki kemampuan antioksidan karena kandungan vitamin C dan E, serta karoten dan glukosinolatnya. Sawi juga mengandung kalsium, magnesium, dan asam folat yang dapat membantu menyehatkan tulang, serta tinggi serat untuk membantu melancarkan pencernaan tubuh. Selain itu, sawi juga dapat mencegah peradangan serta mampu mencegah berbagai jenis kanker.

4. Kangkung
Kangkung yang banyak ditemukan pada masakan Indonesia ternyata mengandung banyak zat gizi seperti vitamin A. Vitamin C pada kangkung juga cukup tinggi meski tidak sebanyak bayam dan daun singkong. Mineral yang ditemukan pada kangkung meliputi kalsium, fosfor, dan kalium. Vitamin B kompleks pada kangkung diketahui dapat membantu meningkatkan hormon yang menciptakan suasana nyaman. Selain itu, ekstrak kangkung juga ditemukan dapat membantu penghambatan penyerapan gula sehingga cocok untuk yang menderita diabetes.

5. Buncis
Buncis dan tanaman  kacang-kacangan sejenisnya berasal dari Peru. Sayuran ini pertama kali dibawa ke Eropa oleh para penjelajah dari Spanyol pada abad ke 16. Buncis merupakan sayuran yang kaya vitamin K, C, dan A, serta mengandung folat, mangan, kalium, zat besi, dan  serat. Buncis juga mengandung senyawa antioksidan  yang baik untuk kesehatan jantung. Kandungan serat pada buncis berpotensi untuk menurunkan risiko diabetes tipe-2 dan reaksi inflamasi yang lain.

6. Brokoli
Tanaman asli Italia ini merupakan sumber vitamin C yang sangat baik. Tidak hanya kaya serat, vitamin, dan mineral, brokoli juga mengandung antioksidan sulforaphane dan lutein yang baik untuk menurunkan risiko kanker. Brokoli juga diketahui bermanfaat bagi kesehatan jantung.

7. Timun
Timun adalah salah satu sayuran yang kaya vitamin C (antioksidan), mangan, folat (mengurangi risiko penyakit jantung dan depresi), serat, magnesium, klorofil, serta lutein. Timun juga dapat menjaga kesehatan pencernaan. Tingginya kadar air pada mentimun  dapat menyegarkan tubuh.

Monday, 25 August 2014

Agar Anak Cerdas Sejak Dalam Kandungan

Bicara tentang kecerdasan, tentu saja tidak bisa lepas dari masalah kualitas otak, sedangkan kualitas otak itu dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Secara prinsip, perkembangan positif kecerdasan sejak dalam kandungan itu bisa terjadi dengan memperhatikan banyak hal. Pertama, kebutuhan-kebutuhan biologis (fisik) berupa nutrisi bagi ibu hamil harus benar-benar terpenuhi. Seorang ibu hamil, gizinya harus cukup. Artinya, asupan protein, karbohidrat, dan mineralnya terpenuhi dengan baik. Selain itu, seorang ibu hamil tidak menderita penyakit yang akan mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak dalam kandungannya. Kebutuhan nutrisi itu sendiri, sebenarnya bukan hanya ketika ibu mengandung, melainkan ketika ia siap untuk mengandung pun sudah harus memperhatikan gizi, makanan, dan komposisi nutrisinya harus lengkap, sehingga ketika ia hamil, dari segi fisik sudah siap dan proses kehamilan akan berlangsung optimal secara nutrisi.


nutrisi untuk otak calon bayi agar pintar
Tapi, memang di Indonesia atau di negara-negara berkembang pada umumnya—boleh dikatakan sangat jarang ada keluarga yang mempersiapkan kehamilan. Malah, kerap kehamilan dianggap sebagai suatu yang mengejutkan. Berbeda dengan yang terjadi di negara-negara maju. Inilah yang cenderung menjadi penyebab awal mengapa anak- anak yang lahir kemudian tidak berkualitas, karena orang tua seakan tidak siap dalam segala hal untuk memelihara anaknya.


agar anak cerdas pintar sejak dalam kandungan
Faktor kedua adalah kebutuhan kasih sayang. Seorang ibu harus menerima kehamilan itu, dalam arti kehamilan yang benar-benar dikehendaki. Tanpa kasih sayang, tumbuh kembangnya bayi tidak akan optimal. "Si ibu hamil harus siap dan dapat menerima risiko dari kehamilannya," kata mantan Sekretaris Jenderal Ikatan Dokter Anak Indonesia itu. "Risiko itu, misalnya, seorang wanita karier yang hamil, merasa terbebani dan khawatir akan mengganggu pekerjaannya. Ia sebenarnya ingin hamil, tapi juga merasa terganggu dengan kehamilannya itu. Kondisi seperti ini tidak kondusif untuk merangsang perkembangan bayi dalam kandungannya," tambahnya.
Selain itu, menurut Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini, ada faktor psikologis yang memengaruhi perkembangan kecerdasan bayi, yaitu apakah si ibu hamil menikah secara resmi atau kawin lari. Pernikahannya direstui atau tidak, dan apakah ada komitmen antara istri dan suami. Tanpa komitmen di antara keduanya, kehamilan itu bisa dianggap mengganggu.
Juga harus ada support (dukungan). Tanpa support, walaupun ada komitmen dari suami dan orang tua dapat mengurangi perkembangan dan rangsangan kecerdasan bayi dalam kandungan. "Jadi, variabel kasih sayang tadi adalah komitmen dengan suami, serta support dari orang tua dan keluarga, sehingga seorang ibu dapat menerima kehamilannya dengan hati tenteram,"
Faktor ketiga adalah adanya perhatian penuh dari si ibu hamil terhadap kandungannya. Ia dapat memberikan rangsangan dan sentuhan secara sengaja kepada bayi dalam kandungannya. Karena secara emosional akan terjadi kontak. Jika ibunya gembira dan senang, dalam darahnya akan melepaskan neo transmitter zat-zat rasa senang, sehingga bayi dalam kandungannya juga akan merasa senang.
Sebaliknya, bila si ibu selalu merasa tertekan, terbebani, gelisah, dan stres, ia akan melepaskan zat-zat dalam darahnya yang mengandung rasa tidak nyaman tersebut, sehingga secara tidak sadar bayi akan terstimuli juga ikut gelisah. "Yang paling baik adalah stimuli berupa suara-suara, elusan, dan nyanyian yang disukai si ibu. Hal ini akan merangsang bayi untuk ikut senang. Berbeda jika si ibu melakukan hal-hal yang tidak disukainya, karena itu sama saja memberikan rangsangan negatif pada bayi". Tapi, stimuli itu sendiri lebih efektif bila kehamilan sudah menginjak usia di atas enam bulan. Sebab, pada usia tersebut jaringan struktur otak pada bayi sudah mulai bisa berfungsi. 
Untuk mendapatkan kondisi-kondisi itulah, seorang ibu hamil harus tetap menjaga nutrisi yang didapat dari makanan sehari-hari. Bahkan, perlu diimunisasi, misalnya dengan suntik TT. Lakukan juga konsultasi rutin dengan dokter secara berkala. Mula- mula sekali sebulan, dan pada bulan terakhir menjelang kelahiran (partus), diperketat menjadi tiga minggu sekali, lalu dua minggu sekali, dan bahkan mendekati partus menjadi setiap minggu.
Juga disarankan untuk tidak meminum obat-obatan yang katanya bisa merangsang perkembangan dan kecerdasan otak bayi. Obat-obatan semacam itu hanya omong kosong. "Pemberian obat semacam itu percuma saja, dan tidak berpengaruh apa-apa," katanya. "Yang penting, ciptakan saja lingkungan mendidik, yaitu tiga faktor tadi.
Sementara itu, psikolog anak lainnya juga mengungkapkan pendapat yang sama. Stimulasi positif, menurutnya, memang dapat meningkatkan kecerdasan anak sejak dalam kandungan. Dari stimulasi ini, diharapkan ketika anak tumbuh, bukan hanya menjadi cerdas, melainkan dapat bersosialisasi dengan lingkungannya. "Stimulasi menimbulkan kedekatan antara ibu dan anak.
Bahkan, lanjut Surastuti, bayi masih dalam kandungan bisa distimuli dengan diperdengarkan musik klasik, diajak berbicara, dan diberikan elusan penuh kasih sayang. Orang tua juga harus siap dan berusaha mengajarkan cara anaknya bersosialisasi dengan dunia luar ketika ia masih di dalam rahim. Tapi, mengapa musik klasik? Pendapat semacam ini memang terus menjadi topik bahasan. Musikus hebat seperti Adhi MS, pimpinan Twilite Orchestra, juga meyakini musik klasik dapat merangsang kecerdasan bayi sejak dalam kandungan. Bahkan, untuk jenis musik yang 'merangsang bayi' ini sudah banyak dijual di toko-toko kaset tertentu.
Tapi, untuk lebih tuntasnya kupasan mengenai hal itu, coba kita simak penuturan Psikologi lainnya: Musik klasik, katanya, memiliki berbagai macam harmoni yang terdiri dari nada-nada. Nada-nada inilah yang memberikan stimulasi berupa gelombang alfa. Gelombang ini memberikan ketenangan, kenyamanan, dan ketenteraman, sehingga anak dapat lebih berkonsentrasi.
"Menurut beberapa penelitian, musik klasik memang termasuk metode yang tepat. Anak menjadi siap menerima sesuatu yang baru dari lingkungannya," ujar pengasuh rubrik konsultasi di Klinik Anakku ini. Tapi, jangan coba-coba memperdengarkan musik-musik keras kepada bayi dalam kandungan. Konon, justru menyebabkan timbulnya kebingungan pada si jabang bayi!

Monday, 4 August 2014

Tips dan Cara Perawatan Rambut Kering dan Berminyak

Tips dan Cara Perawatan Rambut Kering dan Berminyak

Siapapun setuju bahwa rambut merupakan "mahkota" seseorang". Tidak perduli dia laki-laki atau perempuan. Dengan mahkota itulah kita bisa membangkitkan rasa percaya diri dalam pergaulan. Tidak sedikit orang yang minder gara-gara masalah rambut. Bisa jadi karena gaya rambutnya tidak mengikuti trend yang lagi populer atau bisa juga karena rambutnya bermasalah misalnya rontok, berketombe, patah-patah minyak berlebihan, kusam dan berbagai masalah lainnya. 

Pada artikel kali ini saya akan berbagi bagaimana tips dan cara-cara dalam perawatan rambut. Rambut pada dasarnya mirip kulit kita yang terdiri dari berbagai macam type seperti rambut berminyak, rambut kering, dan kombinasi antara keduanya.

Tips merawat rambut berminyak:


Rambut berminyak pada suhu yang panas dapat membuat rambut begitu lepek karena begitu banyak keluar keringat dari pangkal rambut, 
  • Hal pertama yang perlu dilakukan adalah pastikan anda memakai shampo khusus untuk rambut berminyak dengan ph normal.
  • Keramas 2 kali dengan shampoo saat mandi agar minyak di permukaan rambut bersih
  • Keramas bisa dilakukan setiap hari, namun diusahakan jangan mengenai kulit kepala, karena dapat mengakibatkan kekeringan dan menimbulkan rasa gatal
  • Kurangi intensitas menyentuh rambut, dan gunakan penutup kepala saat beraktivitas di luar ruangan untuk menghindari dari debu dan kotoran.
  • Saat menggunakan conditioner rambut usapkan pada bagian tengah dan ujung rambut saja.
  • Rambut berminyak rentan terhadap munculnya ketombe, ini bisa dicegah dengan  mengusapkan belahan jeruk lemon di kulit kepala saat akan keramas

Tips dan Cara Perawatan Rambut Kering dan Berminyak Cara Perawatan dan Mengatasi Rambut Kering


Cara Perawatan dan Mengatasi Rambut Kering


Pada dasarnya setiap rambut menghasilkan minyak namun pada beberapa orang, mungkin produksi minyak yang dibutuhkan kurang sehingga berdampak pada kerusakan dan kekusaman rambut. Rambut kering dan kusam diakibatkan beberapa hal antara lain, mewarnai rambut tidak sesuai aturan alias asal-asalan termasuk penggunaan shampoo dan zat kimia yang barangkali tidak cocok dengan tipe rambut kering, terlalu lama terkena sinar matahari dan proses pengeringan yang dilakukan pada rambut setelah keramas seperti memakai hair dryer.




cara mengatasi rambut rontok dan kering

Ada beberapa saran agar rambut kering tidak menjadi masalah:

  • Gunakan kondisioner atau pelembab setelah keramas, namun sekarang sudah banyak tersedia shampoo yang meengandung kondisioner, jadi tidak terlalu merepotkan lagi untuk membeli shampo dan kondisioner terpisah.
  • Buat Anda yang suka mengeriting rambut ataupun rebounding, hentikan kebiasaan ini. Alat yang digunakan seperti hairdryer, blow dryer menghasilkan panas yang langsung berefek kepada rambut.
  • Hindari pemakaian hair dryer setelah keramas, karena rambut yang sudah kering akan bertambah rusak jika terkena uap panas hairdryer. Keringkan dengan handuk yang bisa menyerap air di rambut. Itupun jangan terlalu kasar cukup ditepuk-tepuk atau diusapkan saja handuk pada rambut yang basah. Atau Anda bisa menggunakan alternatif pengering rambut memakai kanebo, Kanebo sebuah spons yang biasa di pakai untuk mengeringkan permukaan mobil atau sepeda motor setelah dicuci. Atau jika Anda pernah melihat atlet renang dan loncat indah sering menggunakan spons ini untuk mengeringkan rambut dan badan mereka.
  • Pakai penutup rambut saat berenang dan saat terkena sinar matahari langsung. Air dalam kolam renang mengandung zat kimia yang dapat merusak rambut Anda.
  • Jangan keramas tiap hari, ini berbeda dengan rambut berminyak yang disarankan untuk berkeramas setiap hari. Jika rambut kita kering keramas setiap hari justru menambah kering rambut kita. Keramas cukup dilakukan dua hari sekali itupun kalau diperlukan.
  • Saat istirahat santai atau tidur lepaskan ikatan rambut jika Anda suka memakai ikatan rambut seperti bando dan sebagainya. Biarkan rambut "bernafas" setelah lama terikat.
  • Jangan menyisir rambut di saat basah, misalnya setelah keramas.Rambut kering yang dalam keadaan basah cukup rapuh ini justru menyebabkan kerontokan rambut. Gunakan sisir yang bergigi renggang karena sisir yang rapat jika rambut dalam keadaan habis keramas biasanya masih kusut.
  • Untuk rambut yang sudah benar-benar kering dan kusam, mau tidak mau Anda harus memberikan perhatian dan perawatan ekstra. Misalnya dengan masker rambut. Masker rambut tersedia bermacam-macam, seperti minyak Zaitun. Pijat permukaan kulit kepala 30 menit sebelum keramas. Kandungan vitamin E dan antioksidan dalam minyak zaitun yang cukup besar dapat membantu asupan nutrisi rambut dan dapat mencegah kerontokan serta kekeringan rambut.

Demikian beberapa tips yang dapat saya berikan tentang bagaimana cara merawat rambut berminyak dan rambut kering dan kusam. Kesimpulan yang dapat diambil yaitu, Jaga kebersihan rambut, gunakan shampoo, kondisionerdan sisir yang tepat untuk jenis rambut kita, hindari kontak langsung antara rambut dengan matahari dan air kolam renang, dan jika rambut sudah dalam keadaan parah kerusakannya segera lakukan perawatan intensif dan teratur, yang tidak kalah penting adalah menjaga asupan gizi terutama makanan yang banyak mengandung vitamin E. Vitamin E selain bagus untuk rambut juga bagus untuk menjaga kelembutan kulit.


CB Blogger Lab


Top