Friday, 31 January 2014

Agar Anak Tidak Manja dan Disiplin

Seorang ibu memiliki anak usia 5 dan 7 tahun yang sangat disayangi, sehingga setiap kemauan dan keperluannya selalu disediakan. Namun belakangan setiap anak tersebut membutuhkan sesuatu selalu minta dilayani, padahal anak tersebut bisa saja melakukannya sendiri. Anaknya berkembang menjadi seorang yang "sedikit-sedikit Ibu" . Hingga muncul ketakutan si anak menjadi anak yang tidak mandiri kelak. Bagaimanakah caranya agar seorang anak tidak manja?

Kecintaan oarngtua pada anaknya tak perlu diragukan lagi. Namun kita perlu hati-hati karena si kecil bisa sangat cermat mengamati perilaku kita sebagai orangtua. Jika kita terlalu sering mnuruti segala kemauan si anak bisa saja si anak menjadi super manja. Di usia 5 tahun, anak diharapkan mampu mengurus diri sendiri dan mampu menunda keinginan. Jadi, kalau ia menolak segala sesuatu yang berhubungan dengan tanggung jawabnya dan keinginannya harus segera dipenuhi, artinya si anak manja.

Para ahli perkembangan anak setuju, Anda pasti sayang pada anak, dan ingin yang terbaik buat anak dalam artian membahagiakan anak. Termasuk memenuhi kebutuhan anak. Inilah salah satu penyebab anak memupuk kemanjaannya. Orang tua terkadang tidak bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan, padahal apa yang diinginkan anak belum tentu menjadi kebutuhan anak. Orangtua pun lupa dengan disiplin.

Orangtua kerap kali juga tidak percaya dengan kemampuan anak. Ketika si kecil mengatakan "aku bisa" atau "Aku sendiri saja" di usia 3-4 tahun, kita sebagai orangtua tak percaya. Ketika anak ingin makan sendiri, Anda sibuk mencari pembantu untuk menyuapi anak. 

Anak manja tumbuh menjadi seorang anak yang mudah tersinggung, sulit memaafkan dan bekerjasama. Hidup bagi si manja adalah sesuatu yang sulit. Sejak usia 1,8 tahun, anak perlu disiapkan ke arah kedisiplinan.  Jika anak usia 5 tahun sudah terlanjur manja, disiplin harus diterapkan, meski kita harus bekerja keras. Terkadang "pertengkaran" sulit untuk dihindarkan. Namun jika orangtua konsisten dengan mengatakan "tidak" dan mampu menerapkan sanksi bagi pelanggaran yang dilakukan si kecil, anak bisa melihat keseriusan kita menerapkan kedisplinan.

Mulailah dengan dengan membiasakan anak untuk mengurus diri sendiri, seperti memakai baju sendiri setelah mandi; mengambil makanan sendiri yang sudah disiapkan di meja makan; memakai sepatu sendiri, sehingga anak terbiasa mengurus dirinya sendiri, tentunya diawali dari hal-hal yang paling mudah dilakukan anak.

Berilah anak kepercayaan untuk melakukan sesuatu apa yang dia inginkan selama hal tersebut tidak membahayakan dirinya sendiri. Sehingga secara perlahan anak berkembang menjadi anak yang tidak manja dan menjadi anak mandiri.

CB Blogger Lab


Top