Monday, 27 April 2015

Mau Bahagia? Ayo Berpikir Positif!


Pernahkah Anda didamprat ketika memuji penampilan orang lain? Saya pernah mengalaminya. Sesuatu yang saya maksudkan untuk kebaikan malah diterjemahkan sebagai sesuatu yang buruk.  Jika Anda pernah merasakannya, kita mengalami nasib yang sama ketika berhubungan dengan seseorang yang berpikiran negatif. Jangan berharap untuk menerima ucapan terima kasih. Anda hanya akan menerima ucapan yang penuh kemarahan yang akan membuat Anda kapok untuk kembali bertegur sapa dengannya.

freedigitalphotos.net
Kejadian ini berawal ketika saya melihat recent update seorang teman. Tanpa pikir panjang saya langsung menegurnya dan terjadilah percakapan berikut.

Saya: Hai, display picture bagus. Good pose!

Dia: Maksudnya apa?

Saya: (ikon senyum) Foto kamu bagus. Di Lombok?

Dia: Omongan kamu kenapa nga enak ya. Jika kamu, hanya membuat orang lain tidak nyaman lebih baik  kamu jangan pernah menulis apa pun di window saya.

Saya pun bengong membaca jawabannya. Saya men-scroll layar ponsel , mencari-cari apakah ada kalimat saya yang membuatnya tersinggung. Saya pun kemudian membacanya berulang-ulang kali tek-teks yang ada. 

Agar lebih objektif, saya meminta seorang teman menilai apakah ada kalimat-kalimat saya yang tidak membuatnya nyaman. Senangnya, teman saya itu pun juga tidak menemukan sesuatu yang sifatnya negatif dalam kalimat saya. Setelah kejadian dengan orang tersebut, saya pun mengintropeksi diri.

Apakah saya pernah memperlakukan orang lain seperti itu? Bagaimana dengan Anda?

Ketika ada seseorang menyapa dan mengatakan betapa cantiknya saya hari ini, saya malah bertanya dalam hati “cantik dari sebelah mana ya”?

Ketika ada orang yang memuji betapa bagusnya presentasi saya, saya langsung berpikir jangan-jangan ini jurus awalnya untuk meminta bahan presentasi tersebut.

Ya,  saya sering kali berada di posisi tersebut. Saya bukannya merespons hal-hal baik, saya malah memikirkan hal-hal buruk yang membuat kondisi dan hati saya menjadi negatif.

Oleh karena itu, saya berkomitmen untuk berpikir positif dalam setiap waktu dan keadaan. Karena kebahagian sebenarnya bukan terjadi ketika hal-hal baik terjadi dalam hidup  kita.  Kebahagian itu hanya bisa terjadi ketika kita dapat meresepons semuanya dengan pikiran yang positif, bahkan terhadap hal-hal yang buruk sekalipun. Ketika saya berkesempatan dan bertemu dengan orang negatif tersebut, ada tiga hal yang akan saya katakan padanya.

Bahagia Itu Pilihan
Berhenti untuk membuat hidupmu sengsara. Berpikirlah positif dan jawablah apa yang ditanya oleh temanmu dengan baik. Jika ada yang mengatakan kamu cantik hari ini, tersenyumlah dan katakan terima kasih. Berarti tak sia-sia perawatan yang selama ini Anda lakukan.
freedigitalphotos.net
Tak perlu berpikir terlalu jauh mengapa dia mengatakan hal tersebut? Kok tumben? Tapi kenapa cara bicaranya seperti tidak sedang memuji? Sepertinya sinis dan tak tulus? Berhenti berpikir negatif. Buatlah sesuatu menjadi begitu sederhana dan berbahagialah.

Nyaman dengan Diri Anda
Feel positive about your self, you’re gonna think positive about others
Pikiran buruk dapat terjadi ketika  Anda merasa tidak  nyaman dengan diri Anda. Oleh karena itulah, terimalah diri Anda apa adanya, segala kebaikan dan kekurangan yang Anda miliki. Jangan bandingkan diri Anda dengan orang lain sehingga Anda merasa diri Anda menjadi lebih buruk. Berbahagialah dengan tubuh, pekerjaan, dan keluarga Anda. Rayakan hidup Anda setiap hari.

Bersahabat dengan Semua Orang
Berpikirlah positif terhadap semua orang meskipun mungkin ada hal-hal buruk yang pernah terjadi di antara kalian. Namun ketika orang tersebut ingin berbuat baik terhadap Anda, berbuatlah baik juga dengannya.  Jika memang Anda belum bisa menerima kebaikannya, hindarilah dia sehingga tidak terjadi sesuatu yang buruk di antara kita.

Tak ada sesuatu yang sia-sia dalam hidup kita. Bahkan ketika kita bertemu dengan orang yang tidak baik  sekali pun, ada hikmah yang selalu akan  kita ambil. Selalu berpikir positif dan berbahagialah!

CB Blogger Lab


Top