Wednesday, 1 April 2015

Kapan Perlu ke Dokter Kulit? Ini Bisa Jadi Pertimbangan


Awalnya saya tidak pernah mau mengikuti saran teman-teman saya untuk ke dokter kulit. Saya sangat mensyukuri kulit hitam manis saya sehingga saya tak perlu meminta ramuan obat dokter untuk mencerahkannya.
www.freedigitalphotos.net

Sekali dalam setiap bulan saya cukup pergi ke salon untuk melakukan perawatan kulit wajah atau facial. Hal tersebut saya lakukan secara rutin sejak lama. Namun entah mengapa, beberapa bulan belakangan, kapster salon langganan saya mengatakan saya perlu setidaknya dua kali dalam sebulan untuk facial. Katanya komedo saya tumbuh lebih cepat daripada biasanya.

Kok bisa? Apakah benar jika komedo sering kali dibersihkan malahan mempercepat pertumbuhannya? Kenapa wajah semakin dirawat malah semakin rewel? Lain waktu kita akan menjawab pertanyaan tersebut.

Karena saya memang enggan untuk mengunjungi dokter, akhirnya saya pun memasuki sebuah counter kosmetik di sebuah mall untuk membeli scrub wajah, masker, dan juga pelembap anti-komedo. Menurut SPG brand kosmetik tersebut saya harus men-scrub wajah saya seminggu dua kali sehingga wajah bebas komedo. Selesai scrubbing, segera aplikasikan masker. Kemudian gunakan pelembab organik sehingga wajah menjadi kenyal dan lembap.

Dia juga menyarankan untuk tidak makan makanan yang berminyak karena dapat memicu tumbuhnya komedo. Oke, semuanya akan saya lakukan demi kulit mulus. Sayangnya setelah mengaplikasikannya selama sebulan, komedo tak urung berkurang. Kapster langganan saya pun berkeluh-kesah mengenai komedo saya dan wajah saya yang kasar.

Hal ini yang sempat membuat saya jadi kesal, “sudahlah, bagian kapster memang membersihkan wajah. Untuk itulah dia dibayar.”

Setelahnya saya pun sharing dengan adik dan beberapa teman saya dan mereka pun menyarankan saya untuk mengunjungi dokter kulit.

“Daripada membeli kosmetik yang harganya mahal, mending langsung konsul ke dokter. Dia bisa melihat masalah kulit kita dan resepnya bisa berbeda-beda tiap-tiap  orang.”

Nah dengan alasan tersebutlah, saya pun membulatkan tekad untuk mengunjungi dokter kulit. Sebelum menetapkan pilihan ke dokter kulit yang sekarang ini, saya berkunjung ke beberapa klinik lainnya sebagai perbandingan.

Namun, ada satu pernyataan yang sempat membuat saya galau kembali untuk mulai mengkonsulkan masalah kulit wajah ke dokter. Pernyataan tersebut datang dari ibu teman saya.

“Lho Mba Sonta ngapain ke dokter kulit. Wajahnya nga kenapa-napa kok.”

Mmmhhhh.... Iya juga seh ada benarnya omongan tante. Itu kalau cuma dilihat. Coba deh raba, kasar banget dan banyak komedo-komedo putihnya.”

Akhirnya saya membulatkan tekad untuk berobat di dokter kulit di daerah Kampung Ambon. Saya pun menemukannya pun tidak sengaja lewat internet. Alasan saya sederhana saja memilih kliniknya tersebut, yitu karena dekat dari rumah. Kalau mesti bolak-balik, tidak akan lelah dan malas.

Sudah enam bulan saya mempercayakan kulit wajah saya ke dokter ini. Hasilnya memuaskan. Saya bisa putus hubungan dengan para komedo. Bagi kamu yang mempunyai masalah kulit yang tidak kunjung ada solusinya, ada baiknya konsultasikan saja masalah kamu ke dokter kulit.

Karena tampil cantik dan bersih adalah keinginan semua wanita. Apakah Anda setuju dengan hal tersebut?

CB Blogger Lab


Top