Monday, 28 May 2012

Tetap Berjuang!


Pernahkah Anda merasa takut dan cemas dengan hidup Anda? Jika ya, kita dapat belajar dari seorang gadis kecil yang bernama Anna Frank yang “terkurung” selama empat tahun di sebuah gudang tua di Belanda pada tahun .

Dia bersama lima orang lainnya tidak boleh membuat dan mengeluarkan suara yang mencurigakan yang menandakan adanya tanda-tanda kehidupan di loteng gelap dan lembap tersebut. Bahkan mereka juga harus meminimalkan penggunaan air di toilet karena keselamatan mereka adalah taruhannya. Karena jika keberadaan mereka sampai diketahui oleh pihak Nazi, mereka akan segera dibawa ke kamp-kamp konsentrasi.

Ini berarti mereka akan dikaryakan dengan segera sebagai pekerja paksa tanpa makanan dan minuman yang cukup dengan keadaan lingkungan yang sangat memprihatinkan. Hingga pada waktu yang tepat kamar gas beracun telah dipersiapkan untuk mengeksekusi kehidupan mereka. Jika sudah demikian, menjadi seorang manusia yang merdeka dan hidup hanyalah sebuah impian.

Berada di tempat yang sempit dengan aktivitas yang statis selama bertahun-tahun adalah hal yang amat berat dan sulit. Ada rasa bosan ditambah lagi di tengah malam mereka harus mendengar suara-suara sirine, tembakan, dan helikopter yang wara-wiri di atas kepala mereka. Barisan tentara yang berderap menjadikan suasana menjadi semakin mendebarkan.

Rasa takut semakin membuncah ketika mereka membaca berita kematian sesama mereka yang tragis dan menyedihkan melalui surat kabar yang diselundupkan oleh orang-orang kepercayaan mereka. Pertanyaan seperti “sampai kapan ini berakhir” atau “apakah aku dapat selamat dari semua ini” kerap terlintas di kepala mereka.

Namun apa daya, mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Pada kondisi serba khawatir dan cemas, cuma ada dua pilihan dalam kehidupan, terus bertahan dan tetap menantikan yang terbaik atau berhenti berharap yang berarti semuanya akan berakhir dengan segera.

Kita dapat belajar dari Anna Frank yang memilih untuk bukan hanya bertahan dan tidak putus asa, melainkan di hari-hari yang begitu sulit dia masih dapat menghasilkan karya yang begitu fenomenal, yaitu buku diarinya, yang menginspirasi banyak orang hingga kini.

Semangatnya dan pengharapannya untuk merasakan kebebasan terus berkobar hingga akhirnya dia ditangkap oleh tentara Nazi karena pengkhianatan seseorang. Meskipun, akhirnya gadis kecil ini meninggal dunia akibat tifus yang dideritanya di kamp konsentrasi. Namun, esensi sebenarnya dari kehidupan bukanlah dilihat dari akhir kehidupan, melainkan proses yang dilaluinya. Namun jika akhir terasa miris, itu sudah menjadi bagian dari kehidupan. Lakukanlah yang terbaik yang menjadi bagian kita dan serahkan yang lainnya kepada yang kuasa.

Jika hari ini Anda merasa sangat takut dan cemas akan hidup Anda karena berbagai tekanan dan kondisi, percayalah semuanya pasti akan berlalu. Jalani kehidupan Anda dengan penuh semangat dan pengharapan. Jangan lupa lakukan yang terbaik yang Anda bisa. Yakinlah kehidupan yang lebih baik telah menanti Anda di depan sana. Tetaplah berjuang!

credit:agoracommodities.com

CB Blogger Lab


Top