Friday, 11 October 2013

Cara diet yang salah

Ada dua alasan umum mengapa orang ingin menurunkan berat badan, yakni (1) agar tubuhnya kelihatan indah, dan (2) supaya jauh dari berbagai penyakit.  Kedua alasan tersebut adalah baik.  Akan tetapi, banyak yang melakukannya dengan cara yang kurang tepat dan bahkan berbahaya bagi kesehatan.  Kemungkinan, ini disebabkan oleh populernya maupun mudahnya cara tersebut.  Oleh karena tindakan itu dapat merugikan, maka marilah kita perbincangkan kelemahan dari beberapa cara yang salah untuk menurunkan berat badan seperti yang terdapat di bawah ini.

Ada yang berusaha menurunkan berat tubuh dengan tidak makan pagi maupun siang, lalu makan besar pada malam hari.  Makanan “biasa” satu kali satu hari tidaklah cukup.  Sebab tubuh tidak akan dapat memperoleh gizi yang cukup sehingga tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya.  Setelah makan “besar” pada malam harinya, tubuh akan sangat dibebani oleh makanan itu karena umumnya, malam adalah waktu untuk beristirahat secara fisik.  Kemudian, energi yang sisa yaitu yang tidak terpakai oleh tubuh malam itu akan disimpan dalam bentuk lemak.  Semua gizi yang dibutuhkan oleh tubuh harus disuplai secara teratur.  Itulah sebabnya setiap orang perlu makan secara teratur.


Jajanan tidak akan dapat menggantikan makanan utama.  Vitamin pun tidak dapat menyediakan protein, lemak, maupun karbohidrat yang memadai bagi tubuh.  Vitamin tambahan yang dimakan akan terbuang begitu saja jika tidak disertai dengan makanan yang seimbang.  Ada yang hanya jajan sebagai pengganti makanan utama dari pagi sampai jam tidur.  Ini sangat tidak baik bagi tubuh sebab kebanyakan jajanan berkalori tinggi, lemak banyak, dan mengandung hanya sedikit dari gizi-gizi yang dibutuhkan oleh tubuh.

Beberapa perusahaan berusaha mengiklankan produk-produk barunya yang dapat menurunkan berat tubuh.  Ada yang dalam bentuk pil, minuman, dan ada pula yang dalam bentuk paket makanan.  Dr.  Morton B. Glenn, setelah bekerja lebih dari 20 tahun dalam bidang ilmu gizi mengatakan bahwa obat-obatan diet dirancang sedemikian rupa sehingga akan mengurangi nafsu makan, dan banyak di antara berfungsi sebagai perangsang (stimulan).  Selanjutnya dia mengatakan; “pil-pil tersebut akan membuat yang mengkonsumsinya susah tidur, meningkatkan tekanan darah dan denyutan jantung, dan dapat menimbulkan efek sampingan seperti alergi, kecanduan, dan sebagainya.

Saya pernah melihat penjualan sabuk “magnet” yang menurut pembuatnya akan mengurangi lemak pada bagian perut jika dikenakan dalam jangka waktu tertentu.  Dr.  Kenneth Rose dari American Medical Association mengatakan bahwa memang sabuk “magnet” yang dijual di pasaran akan seolah-olah berhasil mengurangi lamak dari lingkaran bagian perut tersebut.  Sebenarnya bukanlah lemak yang dikurangi, melainkan cairan tubuhlah yang “diperas” keluar dari sana dengan menjepitnya.  Sialnya, cairan tersebut akan kembali lagi setelah tidak menggunakan sabuk itu dalam beberapa hari kemudian.

Banyak di antara tips diet yang dijajakan dapat menyebabkan penurunan berat tubuh secara drastis dan cepat.  Akan tetapi, hal ini tidak akan bertahan untuk jangka waktu yang lama sebab menurut para pakar ilmu gizi, banyak dari berat tubuh yang hilang itu adalah berat air yang keluar dari tubuh.

Umumnya, formula diet tidaklah seimbang dalam kandugan gizinya sehingga dapat membahayakan kesehatan jika digunakan dalam jangka waktu yang cukup lama.  Contohnya, dengan diet protein tinggi seseorang akan kekurangan mineral-mineral, vitamin, dan gizi lainnya.  Jika terlalu banyak protein yang dicerna dalam tubuh, ginjal akan mendapat beban tambahan untuk membuang sisa-sisa nitrogen protein itu.

Profesor Sarah H. Short, dari Syracuse University di AS mengatakan bahwa sangatlah sulit untuk memperoleh semua gizi yang dibutuhkan tubuh dari menu diet yang kurang dari 1200 kalori, yaitu jumlah kalori maksimum dari kebanyakan menu formula diet.

Cara lain untuk mengurangi berat tubuh adalah dengan operasi yaitu dengan memotong usus agar lebih pendek sehingga mengurangi permukaan penyerapannya.  Operasi jenis ini memiliki risiko yang sangat tinggi, dan bahkan dapat lebih berbahaya daripada overweight maupun obesitas itu sendiri.

Riset membuktikan bahwa 95% dari mereka yang berdiet akan overweight kembali setelah berhenti berdiet sebab kebiasaan makan yang lama akan kembali.  Demikiam dinyatakan oleh Dr. Howard Shapiro, Ahli diet dari New York (AS).  Ini disebabkan karena umumnya diet yang menekankan penurunan berat badan secara drastis tidak mengikutsertakan penanggulangan masalah kebiasaan makan.

Memang tidak ada jalan pintas yang baik untuk menurunkan berat badan.

CB Blogger Lab


Top