Thursday, 18 December 2014

Ini Mimpiku Buatmu Mama!

Pagi ini aku kembali mengantar Mama ke pasar. Ini sudah menjadi ritual kami berdua jika aku tidak memiliki aktivitas di hari sabtu. Kami biasanya bergandengan tangan menyusuri jalan sambil bercerita bagaimana indahnya hidup ini.

Namun sayangnya, kali ini jalan Mama mulai agak tertatih akibat asam urat yang dideritanya. Aku baru sadar bahwa wanita yang amat kukasihi ini sudah menua. Di wajahnya juga sudah banyak terukir garis-garis halus yang ternyata tidak sedikit pun mampu meredupkan kecantikan wajahnya. Sekilas rambutnya masih terlihat hitam bersinar. Namun ketika tersibak angin, rambut-rambut putihnya tersembul malu-malu dan tampaknya sudah mendominasi rambut hitamnya.



Ya Mama, fisikmu mungkin berubah. Namun engkau tetaplah wanita kuat yang aku kenal. Aku tahu betapa sulit dan keras hidup kita Mama. “Kita bukan orang kaya.” Kalimat itu kerap aku dengar darimu. Namun dari kesederhanaanmu, engkau cukupkan segalanya bagi kami. Kita tak berlebih, tetapi kita tidak pernah kekurangan. Itu semuanya karena tangan dinginmu yang mengatur yang sangat sedikit menjadi begitu efisien.

Engkau tutup telingamu ketika mendengarkan gerutuan sanak-saudara yang menuduh engkau terlalu pelit. Tapi Ma, terima kasih untuk segala efisiensi yang engkau terapkan. Hal itulah yang membuat engkau sanggup membuat kami hingga seperti ini.

Aku masih ingat isak tangis bahagiamu ketika anak tertuamu diwisuda. Waktu itu aku menguping pembicaraanmu dengan Bapak. Katamu engkau benar-benar tidak menyangka kalian dapat menyekolahkannya hingga bangku kuliah. Jika tanpa kekuatan Tuhan, rasanya tak akan pernah mampu. Di dalam doanya, dia hanya meminta agar memampukan mereka untuk dapat menyekolahkan anak-anak hingga bangku SMA. Itu saja sudah cukup, tetapi Tuhan memberikan kami kelimpahan.

Begitulah Mamaku. Seorang perempuan religius yang begitu sederhana. Dia bahkan tak sanggup bermimpi menyekolahkan anak hingga bangku kuliah. Dia bukannya perempuan yang tidak percaya diri, melainkan seseorang yang mampu mengukur kemampuannya sendiri. Tak pernah tinggi berharap, tetapi tak pernah takut menantang matahari. Aku begitu bangga memilikinya.

Natal pun akan segera tiba. Kemudian aku tanyakan apa keinginannya di hari spesial ini. Perempuan itu seperti biasa tidak dapat menjawabnya. Begitulah Mama sejak dahulu. Dia tak pernah memiliki keinginan apa-apa untuk dirinya sendiri. Dia tak pernah meminta berlian dan tak mau diajak ke restoran mahal bahkan ketika anak-anaknya sudah mulai mapan.

Namun aku berhutang banyak sekali padamu Mama. Jika engkau tak memiliki mimpi, anakmu ini memiliki sejuta mimpi untuk membuat hidupmu lebih bahagia. Salah satunya aku ingin engkau mengunjungi Yerusalem bersama lelaki hebat yang selalu engkau dampingi saat suka dan duka. Aku tahu kebahagianmu akan begitu sempurna jika dia ada di sampingmu.

Aku sudah mengecek ada banyak tempat historis yang bisa engkau kunjungi di sana, mulai dari Gereja Santa Ana, Kota Suci Betlehem, Sungai Yordan, Danau Tiberias, hingga Via Dolorosa. Malahan Mama juga bisa mengapung di Laut Mati walaupun tidak bisa berenang. Ini karena air danau ini memiliki kandungan garam yang sangat tinggi. Pengalaman unik ini tidak bisa Mama dapatkan di tempat lain. 

Mama juga bisa menyusuri jalan menuju Bukit Zaitun sambil mengandeng tangan suamimu tercinta. Yeahhhh.... ini bisa jadi acara honey moon yang entah ke berapa kalinya. Tempat lain yang tak bisa Mama lewatkan adalah Tembok Ratapan. Mama bisa berdoa di sana dan aku akan menitipkan kertas berisi doa untuk diselipkan di salah satu bagian di Tembok Ratapan. Kabarnya semua doa akan terkabulkan jika diminta di tempat suci itu. Ini mimpiku buatmu Mama.

Semoga kado kecil ini bisa membuatmu bangga karena aku tahu perjalanan semewah dan seekslusif apa pun tak akan membuatmu bahagia. Namun, kebanggaan terhadap anak-anakmulah yang akan membuatmu tersenyum penuh arti. Dan ini aku persembahkkan untukmu Mama. Doakan agar aku bisa menjadi kebanggaanmu yang dapat selalu engkau andalkan. Love you Mom, always!

CB Blogger Lab


Top