Saturday, 24 January 2015

Ketika Dia Mengkhianati Anda


“Anak-anak adalah alasanku mempertahankan pernikahan kami yang telah hancur ini.”  Kalimat tersebut sering kali kita dengar ketika seseorang dikhianati oleh pasangannya. Menurut Zoya Amirin, M.Psi, Certified, jangan gunakan alasan itu jika Anda masih ingin mempertahankan pernikahan.
Sungguh-sungguh ampuni dia ketika Anda masih ingin bersama
Jika Anda masih ingin bersama, Anda harus mampu memaafkannya. Memaafkan bukan berarti Anda menerima dan membiarkan sikap buruknya. Memaafkan adalah ketika Anda mampu berdamai dengan diri sendiri. Lakukan itu untuk diri sendiri, bukan untuk anak, orang tua, pasangan, atau orang lain.
Memaafkan bukanlah hal yang mudah. Namun, Anda harus melakukannya untuk hidup yang lebih baik. Lakukan hal-hal berikut agar Anda mudah melakukannya.

Beri Waktu
Jangan sangkal kesedihan dan rasa sakit akibat pengkhianatan yang dilakukannya. Menangislah keras jika Anda mau. Ambillah waktu untuk berpikir dan berdiam diri untuk memadamkan amarah. Jangan umbar kemarahan secara membabi-buta. Hal tersebut hanya akan menyakiti Anda. Perlahan tapi pasti persiapkan hati Anda untuk memaafkannya.

Berhenti Membayangkan Pengkhianatannya
Pikirkanlah sebuah tempat yang tenang dan indah serta lakukanlah aktivitas yang dapat mengalihkan pikiran Anda ketika tiba-tiba skenario pengkhianatannya terlintas di kepala Anda. Jangan biarkan hal tersebut merusak pikiran Anda.

Jangan  Membalas Dendam
Jangan lakukan kesalahan yang sama untuk membalas dendam atau berusaha memberikan hukuman bagi pasangan Anda. “Jika dia dapat melakukannya, aku juga sanggup melakukannya.”  Buang kalimat tersebut karena hal tersebut hanya akan menambah lebih banyak kepedihan.

Lupakan Pengkhianatan Tersebut
Ketika Anda berkomitmen untuk memaafkannya, jangan gunakan perselingkuhan tersebut sebagai amunisi ketika terjadi argumen di kemudian hari. Lupakan dan mulailah hidup baru dengan pasangan Anda.

Jika Anda Tak Mampu  Mengampuninya
Berbagai cara telah Anda lakukan, tetapi Anda masih saja tak sanggup memaafkannya. Jangan biarkan kebencian tersebut merusak hidup Anda. Carilah seorang konselor professional yang akan membantu Anda.

CB Blogger Lab


Top