Thursday, 22 January 2015

Tiga Cara Meminta yang Saya Pelajari dari Orang Jalanan


Meminta sesuatu kepada orang bukanlah hal yang mudah, apalagi kepada orang-orang yang tidak kita kenal. Namun sepanjang perjalanan hidup saya, ada beberapa hal yang saya pelajari dari orang jalanan, yaitu tentang bagaimana cara meminta yang benar sehingga banyak  orang mau memberi dengan rela hati.
Mintalah dengan Sungguh-Sungguh
Ini bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari ketika kita mengharapkan sesuatu dari seseorang, misalkan saja pacar atau teman Anda.  Lakukan hal-hal ini sehingga mereka akan secara sukarela dan bahagia memberikannya untuk Anda.  

Dengan Sungguh-Sungguh
Ketika Anda meminta, lakukan dengan sungguh-sungguh. Hal ini saya pelajari dari pengamen tua mirip Gombloh yang selalu cekatan membawa sound system, harmonika, dan  gitar kecilnya ketika melompat ke dalam bus. Dia biasanya menyanyikan tiga lagu lawas, full hingga akhir. Napas tuanya yang parau kadang terdengar. Saya melihat kesungguhan dari pria berjenggot putih ini. Oleh karena itu, saya dengan sukarela merogoh kantong untuknya.

Berbeda sekali  dengan tiga anak muda yang saya temui kemudian. Mereka bahkan dengan lantangnya mengatakan tak sanggup membeli  alat musik. Yang mereka lakukan adalah membaca dua hingga tiga bait puisi yang bahkan tidak  mereka hapal seluruhnya. Terlihat mereka melakukannya asal-asalan saja. Biasanya hanya beberapa orang yang mau memberi. Itu pun dengan alasan takut mendengar teriakan-teriakan mereka.

Rendahkan Hati
Ada beberapa kalimat orang-orang jalanan yang seketika akan membuat saya mengurungkan niat baik untuk memberi. Contohnya “Seribu dua ribu tidak membuat Anda miskin” dan “Saya harap masih ada jiwa-jiwa sosial di sini. Daripada saya merampok atau mencuri....”

Ada nuansa sombong dan teror dalam dua kalimat tersebut. Meskipun ada beberapa orang yang memberi, saya yakin mereka tak memberinya dengan ikhlas. Saya sangat suka dengan sekelompok pengamen yang mengakhiri show-nya dengan kalimat “Semoga hari Anda menyenangkan” atau “Tuhan memberkati perjalanan Anda.”

Ketika meminta pilihlah kata-kata yang lembut sehingga lawan bicara Anda suka mendengarkannya. Ingat posisi tangan meminta ada di bawah. Jadi, tak perlu segan untuk merendahkan diri jika memang dibutuhkan.

Jangan Manipulatif
Di jalanan sudah menjadi hal yang lumrah, seorang ibu membawa anak-anak kecil, bahkan bayi yang masih merah untuk mengamen atau mengemis. Mereka lakukan itu untuk menarik simpati dan iba orang lain. Rahasia umum jika bayi dan anak tersebut biasanya mereka sewa dari mafia pengemis.

Namun bagi Anda yang masih memiliki hati nurani, jangan manipulasi orang lain demi kepentingan Anda. Mintalah dengan cara elegan, bukannya “ngambek” atau menangis terisak-isak agar suami Anda membelikan tas branded yang Anda inginkan.

Bahkan ada baiknya Anda berpikir berkali-kali ketika akan meminta. Karena posisi terbaik tangan adalah di atas, yaitu saat Anda memberikan sesuatu kepada seseorang.


CB Blogger Lab


Top