Wednesday, 18 March 2015

Mengapa Tak Boleh Menahan Lapar Saat Diet


“Aku sedang tidak makan malam.” Jawab Rina ketika diajak Ratna keluar untuk makan malam. “Dalam seminggu aku bisa turun tiga kilogram hanya dengan tidak makan malam.”

 Percakapan seperti ini sudah sangat sering kita dengar di mana pun. Cara diet dengan melewatkan makan pagi, siang, atau malam. Bahkan ada juga yang makan sekali  saja dalam sehari sehingga mereka menahan lapar hampir sepanjang hari. 
freedigitalphotos.net
Jangan bangga dulu jika berat badan Anda turun akibat metode diet ini. Menurut penelitian metode ini adalah cara diet terburuk, tetapi paling sering dilakukan. Banyak yang mau menahan lapar dan rela mengabaikan sinyal-sinyal tubuh demi melangsing. Sayangnya kerja kerasa Anda akan sia-sia. Tiga hal ini ini akan terjadi pada Anda.

Gagal Diet
Pertanyaannya adalah berapa lama tubuh Anda mampu menerima “siksaan” untuk tidak makan? Seminggu, sebulan, atau setahun. Pasti akan ada waktunya tubuh Anda memberontak karena Anda tak diberikan nutrisi yang cukup.

Ketika kehilangan kendali, nafsu makan Anda pun meledak. Tubuh balas dendam dan akan memakan apa pun yang selama ini diinginkan. Pada akhirnya, berat badan Anda berangsur-angsur meningkatkan bahkan lebih besar dibandingkan berat badan pada saat pertama kali memulai diet tersebut. 

Perubahan Mood
Ketika lapar Anda akan lebih cepat emosi, mudah cemas, dan cepat tersinggung. Para ahli memiliki penjelasan yang ilmiah untuk itu. Jika  Anda lapar, kadar gula dan hormon serotonin dalam tubuh Anda menurun. Kadar gula dan hormon  inilah yang berfungsi untuk mengontrol suasana hati Anda.
Inilah alasannya mengapa orang yang lapar akan mengalami perubahan mood yang negatif.Oleh karena itu, penting untuk tetap menjaga perut Anda tetap terisi agar pikiran Anda tetap jernih dan dapat bekerja secara efisien.

Penyakit
Penyakit yang paling sering hinggap pada orang yang sering menahan lapar adalah sakit maag. Selain itu, masih ada deretan hal berbahaya lainnya, misalnya tubuh terdehidrasi, berhentinya pertumbuhan otot, hingga melemahnya otot jantung yang dapat berakhir pada kematian.

CB Blogger Lab


Top